Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Lampu Babeleng Saksi Sejarah Kejayaan Maritim Singkil

Lampu Babeleng, warga Singkil, Kabupaten Aceh Singkil menyebut mercusuar yang terletak di tengah pemakaman umum Desa Pulau Sarok

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Lampu Babeleng atau mercusuar yang dibangun Belanda, di kawasan Pulo Sarok, Singkil, Aceh Singkil, tinggal tersisa pondasi, Rabu (2/6/2021) 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Lampu Babeleng, warga Singkil, Kabupaten Aceh Singkil menyebut mercusuar yang terletak di tengah pemakaman umum Desa Pulau Sarok.

Mercusuar itu menjadi saksi sejarah kejayaan bahari Singkil tempo dulu. 

Sayang bangunan utama mercusuar telah hilang.

Berdasarkan penelusuran, Rabu (2/6/2021) di lokasi lampu Babeleng tersisa pondasi di empat sudut. 

Posisinya di apit kuburan dengan tanah lebih tinggi dari sekitarnya.

Baca juga: Giliran Dua Warung Kopi di Aceh Jaya Kena Segel Gara-gara Masih Buka di Atas Pukul 22.00 WIB

Pondasi terlihat kokoh dengan mur besar sebagai tempat meletakan besi lampu Babeleng menyembul.

Tidak ada yang tahu persis Lampu Babeleng didirikan. Namun diperkirakan sekitar abad ke-18 ketika penduduk Singkil pindah dari Singkil Lama ke New Singkil (Singkil Baru) saat ini.

Sementara yang mendirikan lampu Babeleng hampir semua warga setempat menyebut Belanda. 

Belanda mendirikan mercusuar tersebut untuk membantu navigasi kapal-kapal berbobot ribuan ton pengangkut rempah-rempah.

Baca juga: Cegah Corona, Satpol PP Aceh Singkil Kembali Gelar Operasi Yustisi Protkes

Kapal tersebut bersandar di kota Singkil yang menjadi pelabuhan utama, di Pantai Barat Selatan Aceh. 

Kota pelabuhan utama Singkil ini, didukung buktikan didirikannya kantor, tangsi militer, kantor pos dan telpon oleh Belanda yang sisa-sisanya masih bisa ditelusuri. 

"Saya kira Singkil, dulunya merupakan pelabuhan terbesar di Pantai Barat Aceh," kata H Ismail Saleh tokoh masayarakat Singkil.

Keberadaan lampu Babeleng di pemakaman umum yang berada di pinggir jalan tersebut, menunjukan daerah itu dulunya berada di pinggir laut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved