Sering Dijumpai Pada Pria, Ini Penyebab dan Gejala Hiperseksualitas Serta Cara Pencegahannya
Seseorang yang pernah mengalami riwayat pelecehan seksual pada masa kanak-kanaknya mungkin dapat menunjukkan peningkatan perilaku seksual saat dewasa.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Mursal Ismail
Seseorang yang pernah mengalami riwayat pelecehan seksual pada masa kanak-kanaknya mungkin dapat menunjukkan peningkatan perilaku seksual saat dewasa.
Perilaku seksual berisiko tinggi juga dapat dikaitkan dengan masalah keluarga dan stres sosial.
Sementara itu, menurut Mayo Clinic, ada beberapa hal lain yang berkemungkinan bisa memicu perilaku tersebut.
Beberapa hal itu termasuk:
1. Ketidakseimbangan bahan kimia otak alami
Bahan kimia tertentu di otak (neurotransmitter) seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin membantu mengatur suasana hati.
Baca juga: Begini Cara Tingkatkan Kualitas Seks Suami Istri Agar Makin Mesra dan Bahagia
Ketidakseimbangan bahan kimia yang terlalu tinggi juga bisa memicu perilaku seksual kompulsif.
2. Perubahan jalur otak
Perilaku seksual kompulsif mungkin merupakan kecanduan yang, seiring waktu, dapat menyebabkan perubahan pada sirkuit saraf otak, terutama di pusat penguatan otak.
Seperti kecanduan lainnya, konten dan stimulasi seksual yang lebih intensif biasanya diperlukan dari waktu ke waktu untuk mendapatkan kepuasan atau kelegaan.
3. Kondisi yang memengaruhi otak
Penyakit atau masalah kesehatan tertentu, seperti epilepsi dan demensia, dapat menyebabkan kerusakan pada bagian otak yang memengaruhi perilaku seksual.
Selain itu, pengobatan penyakit Parkinson dengan beberapa obat agonis dopamin dapat menyebabkan perilaku seksual kompulsif.
Selain beberapa hal di atas, faktor-faktor lain seperti kemudahan akses ke konten seksual juga mendorong perilaku tersebut.
Kemajuan teknologi dan media sosial memungkinkan akses ke citra dan informasi seksual yang semakin intensif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kewalahan-dengan-tingginya-nafsu-bercinta-sang-suami.jpg)