Breaking News:

Internasional

Inggris Potong Bantuan ke Perempuan Suriah Tanpa Tempat Tinggal, Kekerasan Seksual Bakal Meledak

Pemerintah Inggris memutuskan memangkas bantuan untuk 55.000 perempuan dan anak perempuan Suriah yang tidak memiliki tempat tinggal.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Sejumlah wanita mempersiapkan makanan untuk para perempuan tanpa tempat tinggal di Provinsi Idlib, Suriah. 

Inggris menetapkan rencana awal tahun ini untuk mengurangi anggaran bantuan luar negerinya dari 0,7 persen produk domestik bruto menjadi 0,5 persen atau sekitar $5,6 miliar dolar AS.

Ha itu mengingat dampak pandemi virus Corona terhadap perekonomian.

Langkah itu menuai kritik tajam di dalam negeri dan dari komunitas internasional.

Baca juga: Irak Pulangkan 100 Keluarga ISIS dari Kamp Pengungsi Suriah, Penuhi Permintaan AS

Kantor Luar Negeri, Persemakmuran & Pembangunan Inggris mengatakan pemotongan itu hanya tindakan sementara.

Tetapi setidaknya 30 anggota parlemen Konservatif, serta mantan Perdana Menteri Konservatif Sir John Major, telah meminta pemerintah Konservatif untuk tidak memaksakan keputusan tersebut.

Negara-negara yang akan kehilangan sebagian besar dari pemotongan bantuan Inggris termasuk Suriah, Libya, Yaman dan Lebanon.

IRC juga memperingatkan pemotongan dana dapat mempengaruhi program kesehatan di Suriah.

Dimana, sebanyak 300.000 orang mengandalkan bantuan untuk mendapatkan perawatan kesehatan primer dan dukungan kesehatan mental.

Reem Khassab, seorang guru di Provinsi Idlib kepada The Independent mengatakan :

“Perjuangan ekonomi bagi perempuan Suriah telah memburuk secara drastis dalam beberapa bulan terakhir karena inflasi mata uang, lonjakan harga dan faktor lainnya.”

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved