Breaking News:

Berita Kutaraja

Ketua Pusda: KPK Harus Serius Berantas Korupsi di Aceh

"Korupsi telah memusnahkan segala impian rakyat Aceh yang ingin hidup mulia," tegas Heri.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Ketua Pusat Studi Pemuda (Pusda) Aceh, Heri Safrijal SP. 

Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Terkait keterangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan sedang melakukan penyelidikan di Aceh, Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh atau Pusda, Heri Safrijal, SP, MTP menegaskan, ia mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Tanah Rencong.

“KPK itu menindaklanjuti laporan-laporan yang mereka terima dari masyarakat Aceh dan juga laporan dari instansi yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan kinerja keuangan daerah," sebut Heri, Jumat (4/6/2021).

Heri meminta KPK untuk menangkap semua koruptor di Aceh.

"Kenapa Aceh miskin? kenapa lapangan kerja tidak tersedia? kenapa sejumlah rakyat Aceh harus mengadu nasib ke daerah lain hingga ke luar negeri, bisa saja karena hak-hak mereka ada yang dikorupsi oleh koruptor," ujarnya.

"Korupsi telah memusnahkan segala impian rakyat Aceh yang ingin hidup mulia," tegas Heri.

Baca juga: VIDEO Sepinya Kota Banda Aceh Setelah Warkop Tutup Lebih Awal

Baca juga: Pimpinan Dayah Darul Huda & Ketua NU Lhokseumawe Disuntik Vaksin Covid, Kapolres Sampaikan Hal Ini

Baca juga: Berebut Sepatu Emas Euro 2020, Ini Empat Pemain yang Menjadi Pesaing Ronaldo

Maka Heri menegaskan, Pusda sangat percaya terhadap kinerja KPK sebagai lembaga antirasuah untuk bekerja secara transparan dan profesional.

Katanya, mereka percaya kepada KPK bahwa institusi antirasuah itu dapat bekerja secara profesional dan tanpa tekanan atau pengaruh dari pihak manapun.

Untuk itu, Heri Safrijal yang merupakan mantan Sekretaris Jenderal BEM USK meminta kepada KPK untuk serius dalam memberantas Korupsi di Aceh.

“Agar masyarakat dapat mengetahui dugaan potensi adanya kerugian keuangan Negara,” paparnya.

“KPK harus serius, kita tunggu saja apakah penyelidikan itu akan ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ucap dia.

Baca juga: Hingga Hari Ketiga Pendaftaran, 18 DPC Minta Nova Iriansyah Kembali Pimpin Demokrat Aceh

Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 17 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar, Persyaratan dan Besaran Intensif

Baca juga: Napi Lapas Lhoksukon yang Kabur Berhasil Diringkus dalam Kasus Baru

“Sehingga dugaan adanya potensi kerugian keuangan negara dalam berbagai proyek di Aceh dapat diketahui endingnya oleh publik,” tutupnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved