Berita Banda Aceh
Begini Suasana Kota Banda Aceh Setelah Warkop Tutup Lebih Awal
Tak ada lagi hiruk pikuk dan riuh orang-orang ketawa bercengkerama di sudut kota. Lampu-lampu pun redup lebih awal.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
Tak ada lagi hiruk pikuk dan riuh orang-orang ketawa bercengkerama di sudut kota. Lampu-lampu pun redup lebih awal.
Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejak pemerintah menerapkan aturan warung kopi, cafe dan usaha sejenisnya wajib tutup pukul 22:00 WIB, suasana kota Banda Aceh tampak lebih sepi.
Tak ada lagi hiruk pikuk dan riuh orang-orang ketawa bercengkerama di sudut kota. Lampu-lampu pun redup lebih awal.
Pasalnya, Banda Aceh yang dikenal sebagai kota seribu warung kopi ini, geliat kehidupan malam memang ditopang oleh warung kopi hingga penjaja sate matang.
Biasanya, kedai-kedai kopi di Banda Aceh baru tutup pukul 00:00 WIB.
Bahkan banyak juga yang buka selama 24 jam.
Namun karena terjadi peningkatan Covid-19 dan alasan menghindari kerumunan, pemerintah mengharuskan warung kopi dan sejenisnya tutup lebih awal.
Bahkan, karena melanggar aturan itu, ada puluhan warung kopi yang disegel.
Fadil, Warga Darussalam mengatakan, karena Warung kupi tutup lebih awal, maka otomatis mereka pun harus pulang lebih awal.
"Biasanya pukul 12:00 WIB baru pulang ke rumah, sekarang pukul 22:00 WIB sudah di rumah. Tidak masalah sih, cuma suasana kota lebih cepat sepi saja," ujarnya. (*)
Baca juga: Keutamaan Sholat Dhuha Diampuni Dosanya Sebanyak Busa di Lautan, Begini Niat dan Waktu Pelaksanaan
Baca juga: Sholat Dhuha 2 Rakaat atau 12 Rakaat? Simak, Cara yang Benar Menurut Ustadz Adi Hidayat
Baca juga: Ketua Pusda: KPK Harus Serius Berantas Korupsi di Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f0606725.jpg)