Breaking News:

Internasional

Gara-gara Pendukung Anggota Parlemen Dilarang Masuk, Tentara Jordania Ditembak

Empat tentara Lebanon mengalami nasib sial, seusai melarang seorang anggota parlemen dan pendukungnya masuk gedung dewan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Anggota pasukan keamanan terjatuh seusai ditembak oleh pendukung seorang anggota parlemen di pinggiran ibu kota Amman, Jordania, pada Sabtu (5/6/2021) malam. 

SERAMBINEWS.COM, AMMAN - Empat tentara Jordania mengalami nasib sial, seusai melarang seorang anggota parlemen dan pendukungnya masuk gedung dewan.

Serangan bersenjata terhadap pasukan keamanan terjadi di pinggiran ibu kota Amman, Jordania, pada Sabtu (5/6/2021) malam.

Media pemerintah mengutip Kementerian Dalam Negeri dan para saksi, serangan itu dipicu oleh pendukung suku seorang anggota parlemen yang dilarang masuk gedung parlemen.

Anggota parlemen, Osama al Ajarma, dilarang masuk Parlemen selama satu tahun pekan lalu.

Baca juga: Pengadilan Khusus Lebanon Terancam Ditutup, Tidak Ada Lagi Anggaran

Baca juga: Tentara Lebanon Dobrak Apartemen, Selamatkan Seorang Anak Dirantai di Jeruji Jendela

Dia mengeluarkan pernyataan hinaan dalam pidatonya dan menghasut seruan protes oleh anggota sukunya.

Dalam pernyataan terpisah yang diterbitkan oleh kantor berita negara Petra, Minggu (6/6/2021), polisi mengatakan empat anggota pasukan keamanan terluka.

Disebutkan, mereka sedang menangani kerusuhan di daerah Naour dan terluka dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit.

Juru bicara media polisi mengatakan pasukan keamanan menangani kerusuhan dan pembakaran kendaraan di Naour.

Baca juga: Rusia Dukung Perdana Menteri Saad Hariri, Bentuk Pemerintahan Baru Lebanon, Akhiri Kebuntuan Politik

Kementerian Dalam Negeri mengatakan tidak akan mengizinkan pertemuan apapun yang melanggar hukum yang mengatur pertemuan publik.

Bentrokan antara beberapa anggota kuat Jordania sering terjadi di negara di mana suku adalah tulang punggung pasukan keamanan dan tentara.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved