Breaking News:

Internasional

Pengadilan Khusus Lebanon Terancam Ditutup, Tidak Ada Lagi Anggaran

Pengadilan Khusus untuk Lebanon terancam ditutup dalam waktu sedikit, seiring tidak ada lagi anggaran untuk operasional.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Gedung Pengadilan Khusus Lebanon di Den Haag, Belanda. 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Pengadilan Khusus untuk Lebanon terancam ditutup dalam waktu sedikit, seiring tidak ada lagi anggaran untuk operasional.

Pengadilan itu mengadili tersangka pengeboman Beirut 2005 yang menewaskan mantan perdana menteri Rafic Hariri dan 21 orang lainnya.

“Tanpa pendanaan segera, Pengadilan tidak akan dapat beroperasi setelah Juli 2021,” kata pengadilan yang berbasis di Belanda.

Dilansir AFP, Rabu (2/6/2021), krisis keuangan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Penutupan itu akan mempengaruhi kemampuan pengadilan untuk menyelesaikan dua kasus yang saat ini ada sebelumnya.

Baca juga: Rusia Dukung Perdana Menteri Saad Hariri, Bentuk Pemerintahan Baru Lebanon, Akhiri Kebuntuan Politik

Pengadilan, yang mengambil 51 persen anggarannya dari negara-negara donor dan sisanya dari Lebanon, mengatakan:

“Keadaan menantang dihasilkan dari pandemi global Covid-19 dan situasi yang memprihatinkan di Lebanon."

"Sehingga, anggaran 2021 dipangkas sebesar 37 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya."

Lebanon berada dalam cengkeraman krisis ekonomi yang parah.

Bank Dunia mengatakan kemungkinan akan menempati peringkat di antara krisis keuangan terburuk di dunia sejak pertengahan abad 19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved