Kamis, 21 Mei 2026

Internasional

Milisi Houthi Kembali Serang Khamis Mushait, Arab Saudi Hancurkan Drone Sebelum Capai Sasaran

Milisi Houthi kembali menyerang Kota Khamis Mushait, selatan Arab Saudi pada Sabtu (5/6/2021) malam.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Sebuah drone Angkatan Bersenjata Uni Emirat digunakan oleh MILISI Houthi dalam pertempuran melawan pasukan koalisi yang dipimpin oleh UEA dan Arab Saudi di Abu Dhabi pada 19 Juni 2018 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Milisi Houthi kembali menyerang Kota Khamis Mushait, selatan Arab Saudi pada Sabtu (5/6/2021) malam.

Berkat kesiagaan pasukan Arab Saudi, sebuah drone atau pesawat tak berawak berisi bom berhasil dihancurkan di udara.

TV pemerintah Al-Ekhbariya, Minggu (6/6/2021) melaporkan serangan drone milisi Houthi telah berulangkali menimpa Khamis Mushait.

Bulan lalu, sistm pertahanan udara koalisi mencegat sebuah drone bermuatan bahan peledak yang diluncurkan oleh milisi Houthi Yaman ke Arab Saudi.

Baca juga: AS Kutuk Milisi Houthi, Abaikan Seruan Gencatan Senjata, Terus Gempur Provinsi Kaya Migas Marib

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh TV pemerintah Al-Ekhbariya, koalisi mengatakan UAV yang dipersenjatai itu ditujukan ke Khamis Mushait, perbatasan dengan Yaman.

Itu adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan rudal dan pesawat tak berawak milisi Houthi dukungan Iran terhadap Arab Saudi.

Kerajaan Arab Saudi telah mempelopori koalisi untuk memulihkan pemerintah yang diakui PBB sejak 2015.

Mengabaikan seruan untuk mendukung negosiasi perdamaian yang ditengahi oleh PBB, milisi juga menolak untuk mengakhiri serangannya di Kota Marib.

Sebelumnya, Menteri Penerangan Yaman mengatakan kegagalan negosiasi PBB dan milisi Houthi atas kapal tanker minyak Safer tidak mengejutkan.

Dia menyatakan penundaan oleh milisi Houthi yang terus berlanjut atas masalah ini akan memicu bencana.

Moammer Al-Eryani mengatakan milisi Houthi telah menggunakan hal tersebut sebagai alat tawar-menawar.

Baca juga: Pemerintah Iran Terus Mendukung Milisi Houthi, Perang Dipastikan Akan Berkepanjangan danTanpa Akhir

Alat untuk pemerasan, dan mencari keuntungan politik tanpa mengindahkan peringatan akan bencana lingkungan, ekonomi dan kemanusiaan yang akan datang.

Kapal tanker itu telah ditambatkan di Laut Merah, utara Hodeidah, sejak jatuh ke tangan Houthi pada tahun 2015.

Membawa lebih dari satu juta barel minyak, situasi kapal terus memburuk.

Bahkan, jika tumpah, dapat mengancam bencana ekologis empat kali lebih buruk dari itu. tumpahan minyak Exxon Valdez di Alaska.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved