Luar Negeri
Reporter Al Jazeera Terkena Peluru Israel Saat Meliput
Penambakan tersebut terjadi saat berlangsungnya aksi protes di luar kantor polisi Israel di Jalan Salah al-Din, Yerussalem, Senin (7/6/2021).
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Reporter Al Jazeera bernama Najvan Simri dilaporkan terkena tembakan peluru karet yang dilepaskan polisi Israel.
Penambakan tersebut terjadi saat berlangsungnya aksi protes di luar kantor polisi Israel di Jalan Salah al-Din, Yerussalem, Senin (7/6/2021).
Melansir dari Anadolu Agency, Senin (7/6/2021) protes tersebut terjadi setelah dilakukan penahanan terhadap aktivis Palestina, Muna (23).
Tentara Israel menangkap aktivis perempuan Palestina ini secara paksa dan tanpa adanya alasan yang jelas.
Penangkapan tersebut dilakukan di Sheikh Jarrah, Minggu (6/6/2021).
Baca juga: Seorang Ibu Palestina di AS Berjuang Selamatkan Vila, Cegah Israel Hancurkan Tempat Tinggalnya
Baca juga: Dukung Palestina, Korea Utara Sebut Israel Ubah Gaza Jadi Tempat Pembantaian Anak-anak
Baca juga: Aliansi Mahasiswa Kota Langsa Peduli Palestina Kumpul Donasi Rp 15,8 Juta, Diserahkan Ke ACT
Pihak kepolisian Israel menyebutkan bahwa dua bersaudara yang ditangkap karena dugaan ikut serta dalam kerusuhan yang terjadi di Sheikh Jarrah.
Kerusuhan ini berkaitan dengan penggusuran warga Palestina agar menyerahkan tempat tinggal mereka.
Nabil al-Kurd, orang tua Muan membenarkan penahanan putrinya oleh pasukan Israel.
Namun, ia telah dibebaskan beberapa jam setelah penahanan dengan dijemput saudara kembarnya Muhhamad al-Kurd.
Baca juga: Sekuritisasi Palestina dan Tekanan Dunia Islam terhadap Israel
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa polisi Israel telah melukai, setidaknya 10 orang dengan menggunakan peluru karet dan granat kejut kepada pendemo.
Salah satu korban adalah Reporter Simri, yang pernah mengalami pelecehan saat meliput di kantor Perdana Menteri Israel tahun 2011 lalu.
Bulan Sabit juga menambahkan empat warga Palestina terluka oleh peluru karet dan enam lainnya, termasuk dua anak-anak terluka oleh granat kejut.
Salah satu yang terluka, harus menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
Pada bulan April 2021 pengadilan Israel memutuskan untuk mengusir delapan keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah.
Sehingga memicu ketegangan di seluruh wilayah Palestina. (*)
Baca juga: BERITA POPULER - Pengantin Baru Meninggal Leher Tergorok Hingga Pengusaha Aceh Ikut Diperiksa KPK
Baca juga: BERITA POPULER - KKB Papua Tantang TNI, UAH Lapor ke Polisi sampai Menantu Wanita Halangi Pemakaman
Baca juga: BERITA POPULER - Rutin ke RS karena Doyan Mie Instan, Janda Prostitusi hingga Nasib Timor Leste