Berita Langsa
Petualangan Menuju Air Terjun Tamsar 27, Tim The Bandits-IOF Langsa Terobos Hutan Aceh Tamiang
Dalam ekspedisi ini, Tim The Bandit Jimkat 4 x 4 kali ini melibatkan 7 unit Jimkat yang dikomandoi oleh Ketua IOF Kota Langsa, H Malon, dengan menelus
Penulis: Zubir | Editor: Nurul Hayati

Dalam ekspedisi ini, Tim The Bandit Jimkat 4 x 4 kali ini melibatkan 7 unit Jimkat yang dikomandoi oleh Ketua IOF Kota Langsa, H Malon, dengan menelusuri jalur berat berupa jalan berlumpur dan menyeberangi sungai.
Laporan Zubir | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Komunitas pecinta Mobil Off Road Jimny dan Katana (Jimkat) 4 x 4 yang tergabung di IOF Kota Langsa, Selama 2 hari Sabtu - Minggu (5-6/6/2021) menjelajahi hutan menuju air terjun Tamsar 27, di Desa Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.
Dalam ekspedisi ini, Tim The Bandit Jimkat 4 x 4 kali ini melibatkan 7 unit Jimkat yang dikomandoi oleh Ketua IOF Kota Langsa, H Malon, dengan menelusuri jalur berat berupa jalan berlumpur dan menyeberangi sungai.
Tim pun harus melakukan menerobos jalur ekstrem.
Untuk menuju ke lokasi Air Terjun Tamsar 27 yang berada di kawasan Hutan Lindung itu, butuh waktu 7 jam dengan prakiraan jarak sekitar 15 Km dari Pusat Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Sebenarnya jarak tempuh ke Tamsar 27 jika kondisi jalan tidak rusak, diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dari Desa Babo, Pusat Kecamatan Bandar Pusaka.
Saat ini, Akses menuju objek wisata Air Terjun Tamsar 27 milik Pemkab Aceh Tamiang rusak total.
Baca juga: Pejabat Aceh ‘Diundang’ KPK, Ghazali Abbas Sentil Penanganan Kasus Dana Hibah Rp 650 M untuk Eks GAM
Ditambah berapa jembatan menyeberang sungai putus, sehingga sangat sulit menuju ke sana.
Sebelumnya, akses jalan ke Tamsar 27 ini sedikit bagus, karena sempat adanya pembukaan jalan baru oleh pihak terkait penjaga kawasan hutan dan Pemkab setempat.
Namun kini jalan menuju ke sana itu hancur total, sehingga butuh perhatian serius pemerintah setempat untuk melakukan perbaikan.
Supaya ekowisata (Tamsar 27) bisa dikunjungi dan bahkan bisa menjadi pemasukan PAD Pemkab Aceh Tamiang dan masyarakat di kawasan Desa Bengkelang dan sekitarnya itu.
Untuk menuju Tamsar 27 ini, bisa dilalui dari berapa jalur baik dari Desa Bengkelang melintasi objk Wisata Bukit Awan yang jalannya juga mulai rusak, juga bisa dilalui dari daerah hutan Desa Babo.
Keberadaan Objek Wisata Air Terjun Tamsar 27 atau air terjun 27 tingkat ini, belum tersentuh alias masih sangat alami.
Jika jalur ke Tamsar 27 ini dibuka, otomatis objek wisata itu akan hidup.
Tim The Bandit Jimkat 4 x 4 yang melakukan ekspedisi ke sana melihat potensi wisata di Tamsar 27 ini memang sangat luar biasa.
Sayang, jika Pemkab tutup mata mlihat peluang itu.
Baca juga: Lowongan Kerja PT Forisa Nusapersada untuk Lulusan SMA hingga S1: Ini Syaratnya
Ekspedisi Tim The Bandits kali itu juga ikut anggota DPRA dapil Kota Langsa - Aceh Tamiang dari Fraksi Nasdem, Syamsuri, dan tim lainnya PW, April Mecanik, Haji Andi, Denny, Bandits Bad, B Wan, dan lainnya.
Dalam perjalanan menuju ke Tamsar 27 ini, tim terpaksa beberapa kali membuat jembatan agar bisa menyeberang sungai.
Ada juga sungai yang memang harus diterabas, serta bukit terjal yang licin dan rusak.
Namun unit Jimkat The Bandits terpaksa berhenti total sekitar 150 meter sebelum tiba ke titik Air Terjun Tamsar 27 ini, karena jalan di pinggir sungai daerah itu putus total akibat longsor.
Tim ekspedisi terpaksa menginap di lereng bukit sisi sungai jalur Tamsar 27 pukul 20.00 WIB malam itu.
Di hari kedua, barulah menuju ke objek wisata Air terjun Tamsar 27 ini dengan berjalan kaki.
Keberadaan Tamsar 27 ini adalah peluang besar Pemkab Aceh Tamiang untuk menghidupkan objek wisata air terjun.
Sangat disayangkan jika Pemkab setempat bai melihat peluang itu, karena keberadaan Tamsar 27 ini memang cukup indah dan eksotis.
Siapapun yang datang, pasti ingin kembali. (*)
Baca juga: Pendaftaran Penerimaan CPNS Aceh Singkil Ditunda, Ini Penyebabnya