Breaking News:

Haba Aneuk

Masa Depan Aceh di Tangan Gizi Anak

PERMASALAHAN gizi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Aceh, salah satu daerah dengan proporsi anak kekurangan gizi terbesar di Indonesia.....

UNICEF Indonesia/2014/Achmadi
Penanganan gizi anak yang terintegrasi akan menjamin kualitas sumber daya manusia dan masa depan Aceh yang lebih baik. 

SERAMBINEWS.COM, - PERMASALAHAN gizi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Aceh, salah satu daerah dengan proporsi anak kekurangan gizi terbesar di Indonesia.

Masih jauh dari kata selesai diatasi, beban ini bertambah dengan tidak sedikitnya anak di Aceh yang kekurangan gizi mikro seperti zat besi dan juga mengalami gizi lebih atau lazim disebut dengan kegemukan/ obesitas Akibat dari beban tiga kali lipat permasalahan gizi di Aceh ini, pertumbuhan anak dapat terganggu dengan menurunnya kemampuan mereka belajar, sulitnya berkonsentrasi dan mudahnya penyakit menyerang tubuh mereka akibat sistem imunitas yang tidak optimal.

Hal ini tak hanya memicu pertanyaan besar mengenai masa depan Aceh di tangan kualitas sumber daya manusia yang sedemikian rupa, namun juga merefl eksikan sejauh mana kesehatan dan kesejahteraan anak menjadi kepedulian semua pihak sebagai orang tua mereka, layaknya dalam ajaran agama Islam.

Baca juga: Intip! Oleh-oleh Bunda Ashanty untuk Aurel dan Atta Halilintar dari Turki

Baca juga: Hari Ini Terjadi Gerhana Matahari Cincin, Bisakah Lihat di Aceh? Ini Penjelasan Dosen Ilmu Falak

Baca juga: Banda Aceh Gelar Pilchiksung Oktober, Serentak di 25 Gampong

Pada tahun 2018, sebesar 23,5 persen balita di provinsi Aceh mengalami kekurangan gizi; meningkat hampir 7 persen dari sebelumnya sebesar 17 persen di tahun 2016.

Lebih lanjut, Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa satu dari lima anak berusia 0 – 23 bulan di Aceh tergolong dalam gizi kurang dan gizi buruk.

Selain itu, Aceh juga menduduki tiga besar provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia setelah Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Barat.

Ironisnya, penurunan indikator pembangunan gizi ini terjadi pada saat pertumbuhan ekonomi di provinsi Aceh mencapai 3,6-5 persen dalam empat triwulan tahun 2018 .

Baca juga: DPRK Minta Migrasi Nasabah BSI Ditunda Sementara

Baca juga: Ruam Merah, Gatal Hingga Kulit Mengelupas di Area Selangkangan? Simak, Ini Penyebab & Cara Obatinya

Di tengah kompleksitas penanganan kekurangan gizi balita di Aceh, prevalensi balita yang mengalami obesitas di provinsi tersebut juga lebih tinggi dibandingkan angka nasional. Di tahun 2018, 9 persen balita di Aceh mengalami obesitas.

Ini berarti hanya dalam kurun waktu 1 tahun, prevalensi obesitas pada anak usia 0-59 bulan di provinsi ini telah naik 3 kali lipat dari 3 persen di tahun 2017.

Perubahan pola konsumsi di tingkat rumah tangga disinyalir menjadi salah satu penyebab peningkatan angka obesitas ini.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved