Breaking News:

Anggaran Aceh yang tak Terserap Pecah Rekor, Anggota Dewan Ungkap tentang Ketakutan Kepala Dinas

Tahun 2019 lalu SiLPA Rp 2,8 triliun. Tahun 2020 Rp 3,9 triliun. Seingat saya, ini rekor tertinggi di Aceh

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Anggota DPRA dari Fraksi PKS, Bardan Sahidi. 

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tingginya anggaran Aceh yang tak terserap atau Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2020 menjadi sorotan anggota dewan.

SiLPA tahun 2020 lalu mencapai Rp 3,9 triliun, hampir mencapai Rp 4 triliun dari total APBA 2020 Rp 14,4 triliun.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh yang dipaparkan dalam sidang paripurna DPRA, 2 Juni 2021 lalu.

Menurut Anggota DPRA, Bardan Sahidi, tingginya anggaran yang tak terserap ini telah terjadi dua tahun berturut-turut.

"Tahun 2019 lalu SiLPA Rp 2,8 triliun. Tahun 2020 Rp 3,9 triliun. Seingat saya, ini rekor tertinggi di Aceh," katanya kepada Serambinews.com, Minggu (13/6/2021).

Lebih lanjut Bardan menjelaskan, surplus atau defisit dalam pembelanjaan keuangan daerah sebenarnya merupakan suatu hal yang wajar.

Baca juga: Pria Ditangkap Polisi saat Asyik Main Game Online, Ternyata Pernah Terlibat Kasus KDRT

Baca juga: CPNS 2021 - Simak Batas Passing Grade Acuan Kelulusan CPNS 2021

Baca juga: Gadis Baru Lulus SMA Nekat Jadi PSK, Orangtuanya Bukannya Marah Tapi Malah Minta Dikirimkan Uang

"Namun ketika hal itu terus berulang, tentu ada hal yang salah," imbuhnya.

Apalagi menurut politisi PKS ini, SiLPA yang terjadi dua tahun terakhir (2019 dan 2020) begitu mencengangkan.

Hal itu sekaligus menjadi indikator lemahnya manajemen Pemerintah Aceh. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved