Breaking News:

Internasional

Irak Tangkap Dua Jenderal, Menerima Suap di Pelabuhan Utama, Negara Dirugikan Triliunan Rupiah

Pemerintah Irak menangkap dua jenderal karena dicurigai menerima suap untuk membebaskan bea masuk di pelabuhan utama

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pelabuhan Teluk Umm Qasr, Irak 

SERAMBINEWS.COM, BAGHDAD - Pemerintah Irak menangkap dua jenderal karena dicurigai menerima suap untuk membebaskan bea masuk di pelabuhan utama.

Akibtnya, diperkirakan merugikan negara 6,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 89 triliun per tahun.

Keduanya bekerja di pelabuhan Teluk Umm Qasr, pintu masuk utama untuk impor bahan makanan dan obat-obatan yang dianggap paling korup di Irak.

Jumlah yang diduga ditemukan dalam posisi mereka sangat kecil mengingat skala korupsi di Irak.

Diperkirakan telah merugikan negara ratusan miliar dolar sejak invasi pimpinan AS tahun 2003.

Baca juga: Pasukan Lebanon Kelaparan, Prancis Bersama AS dan Irak Mobilisasi Bantuan Makanan

Baca juga: Pria Bersenjata Tembak Mati Pejabat Senior Intelijen Irak di Baghdad

"Uang lembaran 1.000 dolar AS ditemukan di kantor jenderal di bertanggung jawab atas Umm Qasr North," kata seorang sumber di Badan Antikorupsi Irak kepada AFP, Minggu (13/6/2021).

Disebutkan, satu jenderal lainnya menyembunyikan 2.100 dolar AS di keranjang sampah di kantornya.

"Ini adalah suap yang dimaksudkan untuk memfasilitasi kelancaran perjalanan kargo," kata sumber itu.

Baca juga: Tentara Amerika Serikat Hancurkan Dua Drone di Sebuah Pangkalan Militer di Irak

Di Irak, setiap pelabuhan dan penyeberangan perbatasan memiliki penempatan korup yang ditunjuk oleh partai politik atau kelompok bersenjata.

Hal itu memastikan aliran pendapatan gelap yang stabil kepada pelanggan mereka.

Di Umm Qasr, sebagian besar kelompok bersenjata pro-Iran yang mendominasi melalui calon mereka di Departemen Bea Cukai dan pasukan keamanan, kata para pejabat.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved