Breaking News:

Internasional

Mantan Kepala Pengadilan Kerajaan Jordania Didakwa Atas Kasus Hasutan Pangeran Hamzah

Mantan Kepala Pengadilan Kerajaan Jordania dan seorang pria lain akan diadili minggu ini di Pengadilan Keamanan Negara (SSC).

Editor: M Nur Pakar
AFP PHOTO/KHALIL MAZRAAWI
Dalam foto yang diambil pada 9 September 2015, Pangeran Hamzah bin Hussein dari Jordania 

SERAMBINEWS.COM AMMAN - Mantan Kepala Pengadilan Kerajaan Jordania dan seorang pria lain akan diadili minggu ini di Pengadilan Keamanan Negara (SSC).

Diduga, mereka berperan dalam plot untuk mengguncang negara.

Jaksa penuntut umum negara itu mendukung dakwaan terhadap Sharif Hassan bin Zaid dan Bassem Awadallah, mantan Kepala Pengadilan kerajaan.

Keduanya dituduh bekerja sama dengan Pangeran Hamzah, mantan putra mahkota Jordania.

Dalam dakwaan, salinan yang dilihat oleh Arab News pada Minggu (13/6/2021), Awadallah dan bin Zaid didakwa dengan berusaha merusak rezim, dan keamanan dan stabilitas negara, serta menyebar hasutan.

Baca juga: Ketua Senat Jordania Kutuk Serangan Israel Terhadap Warga Palestina di Jerusalem

Pada 2 Juni 2021, mereka dirujuk ke SSC, yang menyelidiki kasus-kasus terkait terorisme dan keamanan negara.
Pengadilan diperkirakan akan memulai persidangan minggu depan.

Awadallah dan bin Zaid ditangkap pada 3 April 2021 bersama 15 orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus yang juga melibatkan Pangeran Hamzah.

Pihak berwenang Jordania mengatakan bahwa Awadallah, bin Zaid dan Pangeran Hamzah berusaha untuk mengacaukan Jordania bekerja sama dengan entitas asing.

Keterlibatan Pangeran Hamzah diselesaikan dalam kerangka keluarga Hasyim atas arahan dari saudara tirinya Raja Abdullah II.

Pengadilan kerajaan Jordania menerbitkan surat yang ditandatangani oleh Pangeran Hamzah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved