Minggu, 26 April 2026

Internasional

Pertempuran Sengit Pecah di Kashmir India, Dua Polisi dan Dua Warga Sipil Tewas

Pertempuran sengit pecah antara gerilyawan dan polisi India di wilayah sengketa Kashmir, menewaskan sedikitnya dua polisi dan dua warga sipil.

Editor: M Nur Pakar
AP
Kerabat dan tetangga membawa peti mati Waseem Ahmed, seorang polisi yang tewas dalam baku tembak, saat pemakamannya di pinggiran Srinagar, Kashmir India, Minggu (13/6/2021). 

SERAMBINEWS.COM SRINAGAR - Pertempuran sengit pecah antara gerilyawan dan polisi India di wilayah sengketa Kashmir, menewaskan sedikitnya dua polisi dan dua warga sipil.

Protes anti-India kemudian meletus selama pemakaman warga sipil di Sopore, kota baratlaut tempat pertempuran terjadi.

Dilansir AP, Sabtu (12/6/2021), penduduk setempat menuduh polisi telah menembak dan membunuh salah satu warga sipil setelah militan Kashmir melarikan diri dari tempat kejadian.

Direktur Jenderal polisi Dilbag Singh mengatakan gerilyawan telah menembaki sekelompok polisi.

Saat memberlakukan pembatasan virus Corona di pasar utama Sopore, dan polisi membalas tembakan.

Di tengah penembakan, Singh mengatakan dua warga sipil dan dua polisi tewas.

Sedangkan dua petugas dan seorang warga sipil terluka.

Baca juga: Konflik Kashmir, Bukan Hanya Bentrokan Bersenjata, Tetapi Juga Serangan Hewan Liar

Dia berbicara selama upacara peletakan karangan bunga untuk personel polisi yang terbunuh di Srinagar, kota utama di kawasan itu.

Polisi di Kashmir tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar atas tuduhan seorang warga sipil tewas setelah para militan melarikan diri.

Manzoor Ahmed Lawy, seorang penjual buah, mengatakan satu kendaraan polisi tiba di pasar saat rekan bisnisnya pergi untuk minum teh.

"Kendaraan itu diserang dan dia tertembak dalam baku tembak," kata Lawy.

Ratusan orang berpartisipasi dalam pemakaman terpisah untuk warga sipil yang tewas di Sopore.

Baca juga: Tentara India Tembak Mati Empat Militan Kashmir

Di mana pelayat meneriakkan slogan-slogan pro-pemberontak dan anti-India dan menyerukan diakhirinya kekuasaan India atas Kashmir.

Kashmir yang mayoritas Muslim terbagi antara India dan Pakistan, dan wilayah Himalaya diklaim oleh keduanya secara keseluruhan.

Pemberontak telah berperang melawan pemerintahan India sejak 1989.

Sebagian besar Muslim Kashmir mendukung tujuan pemberontak agar wilayah itu dipersatukan baik di bawah pemerintahan Pakistan atau sebagai negara merdeka.

New Delhi menganggap militansi Kashmir sebagai terorisme yang disponsori Pakistan.

Baca juga: Kisah Cinta Pemuda Kashmir India dan Perempuan Calon Dokter Asal Aceh, Bermula dari Inggris

Pakistan membantah tuduhan itu, dan sebagian besar warga Kashmir menyebutnya sebagai perjuangan kebebasan yang sah.

Puluhan ribu warga sipil, pemberontak dan pasukan pemerintah tewas dalam konflik tersebut.(*)

Kerabat dan tetangga mengangkat peti mati Waseem Ahmed, seorang polisi yang tewas dalam baku tembak, saat pemakamannya di pinggiran Srinagar, Kashmir India, Minggu (13/6/2021).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved