Breaking News:

Berita Aceh Timur

Warga Minta Jalan ke Gampong Kuala Simpang Ulim Ditingkatkan

Warga Gampong Kuala, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, meminta Pemkab Aceh Timur, agar membangun jalan utama dibangun

Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Kondisi jalan menuju Desa Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, masih berbatu dan berlubang, foto direkam beberapa waktu lalu. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Warga Gampong Kuala, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, meminta Pemkab Aceh Timur, agar membangun jalan utama dari desa itu menuju keluar ke jalan nasional Banda Aceh-Medan, dan ke pusat kecamatan.

Ini merupakan gampong lokasi terdamparnya warga Rohingya beberapa waktu lalu.

"Karena dari 12 km panjang jalan dari desa ini ke jalan nasional, separuhnya (6 km) kondisinya masih rusak," ungkap Idris, Keuchik Gampong Kuala Simpang Ulim, Aceh Timur.

Baca juga: Dua Ulama Aceh Timur Meninggal Dunia

Fasilitas lain seperti PDAM, katanya sudah masuk ke desa yang berada di tepi laut tersebut. Di desa itu, katanya, warganya terdiri dari 1.226 jiwa dari 323 KK. 

"Mayoritas warga kami petani tambak, dan nelayan," ungkap Idris.

Sekitar tahun 90-an, ungkap Idris, pulau Idaman (pusat terdamparnya warga Rohingya) di desa itu pernah dijadikan pusat rekreasi masyarakat Aceh Timur.

Tapi karena konflik hingga kini daerah itu sudah jarang dikunjungi wisatawan.

Pantauan Serambinews.com di lapangan, untuk menuju Desa Kuala Simpang Ulim, masuk dari jalan nasional, yaitu mulai dari Desa Gampong Blang (Keude Simpang Ulim), Gampong Keude Tuha, Lampoh Rayeuk, Bantayan, lalu desa paling ujung Gampong Kuala Simpang Ulim.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Minggu 13 Juni 2021, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram

Zulkifli dan Saiful, pedagang yang ditemui Serambinews.com di pinggir jalan menuju Kuala Simpang Ulim, mengatakan, dari jalan nasional ke Gampong Kuala Simpang Ulim sekitar 12 km.

"Sejak lama warga mengharapkan jalan ini dibangun. Pasalnya, saat musim hujan jalan tergenang, begitu juga saat air laut pasang, badan jalan tenggelam yang membuat warga kesulitan melintas.

Karena itu, kami harapkan, jalan ini dapat ditingkatkan pembangunannya," harap Saiful didampingi Zulkifli. (*)

Baca juga: Maling di Aceh Tamiang Dihakimi Massa, Disebut Pimpin Kelompok Pencuri

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved