Breaking News:

Albert Einstein Pernah Prediksi soal Kehancuran Israel, Tertulis Dalam Surat Singkat

Dikutip dari Middle East Monitor, Einstein berbicara pada Komite Penyelidikan Anglo-Amerika tentang masalah Palestina di tahun 1946.

Editor: Faisal Zamzami
Albert Einstein(LifeSun) 

Sebagai informasi, Einstein pernah berkunjung ke Palestina selama 12 hari pada 1923 untuk memberikan kuliah di Hebrew University of Jerusalem.

Itu adalah satu-satunya kunjungannya ke tanah suci.

Sebagai seorang pasifis seumur hidup, ia menyukai gerakan perdamaian global saat menulis "Manifesto untuk Orang Eropa".

Ia meminta perdamaian di Eropa melalui persatuan politik semua negara di seluruh benua.

Tidak heran Einstein tak pernah mengunjungi Israel, yang terbentuk dari laras senjata, dinamit, dan darah orang Palestina.

Baca juga: Jaksa Israel Dakwa Seorang Polisi Perbatasan, Membunuh Pria Palestina Autis Secara Sembrono

Baca juga: Israel Ingin Buka Hubungan dengan Negara Muslim di Asia Tenggara, Tiga Negara Jadi Target

Israel sudah mulai runtuh?

Keruntuhan Israel tak dapat dihindari dengan jatuhnya pemerintahan negara tersebut, serta meningkatnya kekerasan akibat perang dan bencana.

Israel telah mengadakan empat Pemilu dalam kurun waktu dua tahun, yang tak mampu menghasilkan pemerintahan stabil.

Baru-baru ini, Naftali Bennet berhasil menyingkirkan Benjamin Netanyahu yang telah menjabat sebagai Perdana Menteri Israel selama 2 tahun.

Namun, suara yang diperolehnya hanya selisih tipis dengan Netanyahu.

Sebagai oposisi, Netanyahu tentu akan membayangi Bennet, mengingat ia telah lama menjabat sebagai perdana menteri.

Dilansir Tribunnews, Netanyahu dalam pidatonya, menyatakan akan menggulingkan pemerintahan Bennet yang dinilainya berbahaya.

"Jika ditakdirkan bagi kami untuk menjadi oposisi, kami akan melakukannya dengan tegar sampai kami menggulingkan pemerintah yang berbahaya ini dan kembali memimpin negara dengan cara kami," kata Netanyahu dalam pidatonya usai pemungutan suara.

Pengamat politik senior Al Jazeera, Marwan Bishara, menggambarkan peristiwa itu sebagai “permusuhan keluarga”, dengan mengatakan bahwa tidak ada perbedaan ideologis antara perdana menteri lama dan baru.

“Mereka pada dasarnya semua milik keluarga Zionis sayap kanan yang sama,” kata Bishara, merujuk pada Netanyahu dan Bennett.

"Perbedaan di antara mereka bersifat pribadi, dendam," lanjutnya.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Hasanah Samhudi)

Baca juga: Wakapolres Pimpin Upacara Pemakaman Almarhum Briptu Bayu Andreansyah

Baca juga: Arab Saudi Kembali Gagalkan Serangan Drone Milisi Houthi Menuju Khamis Mushait

Baca juga: Puluhan Mobil Terbakar di Area Parkir Bandara Internasional Beirut, Ini Penyebabnya

Tribunnews.com dengan judul Prediksi Albert Einstein soal Keruntuhan Israel Tertulis Dalam Surat Singkat, Hanya 50 Kata

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved