Berita Aceh Tamiang

Serius Benahi Stunting, Mursil Minta Dinkes Rangkul Ulama

Dalam pencegahan stunting, ulama memiliki peran penting karena rutin berkeliling kampung untuk memberikan pengajian kepada kaum ibu.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Bupati Aceh Tamiang Mursil usai melakukan rembuk stunting bersama seluruh camat dan kepala puskesmas, Kamis (17/6/2021) 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Bupati Aceh Tamiang, Mursil meminta Dinas Kesehatan dan aparatur kecamatan menggandeng ulama untuk menyelesaikan persoalan stunting.

Masukan ini disampaikan Mursil dalam rembuk stunting bersama seluruh camat serta kepala puskesmas di aula Setdakab Aceh Tamiang, Kamis (17/6/2021).

Mursil menilai ulama memiliki peran penting karena rutin berkeliling kampung untuk memberikan pengajian kepada kaum ibu.

“Pernah saya ikut, jamaah yang hadir 300 orang, itu kaum ibu semua. Ini baru satu ulama, tidak terhitung kalau semua ulama dilibatkan,” kata Mursil.

Mursil menyarankan tim dari Dinas Kesehatan ikut memanfaatkan kesempatan itu untuk memberi penjelasan mengenai stunting.

“Mulai dari penyebab hingga penyelesaiannya dijelaskan di situ, jadi ini lebih efisien,” ungkapnya.

Baca juga: Wakapolres Pimpin Upacara Pemakaman Almarhum Briptu Bayu Andreansyah

Baca juga: Arab Saudi Kembali Gagalkan Serangan Drone Milisi Houthi Menuju Khamis Mushait

Baca juga: Sekda: Lanjutan RUPS Bank Aceh Syariah Tunggu Gubernur Sehat, Bustami Hamzah Masih Jabat Komut

Dia menambahkan tingginya angka stunting di Aceh Tamiang tidak terlepas dengan sikap abai para orang tua. Salah satu poin yang disorotnya tetang keengganan ibu rumah tangga memberikan ASI.

“Allah sudah menjamin kesehatan bayi kalau diberikan ASI secara penuh, makanya tidak ada istilah stunting dalam agama. Ini bagian ulama kita untuk menjelaskannya,” ungkap Mursil.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Aceh Tamiang, Ibnu Azis, jumlah anak stunting di Aceh Tamiang sebanuyak 1.668 orang. 

Merujuk kriteria World Health Organization (WHO), jumlah ini masuk kategori prevalensi stunting tinggi karena mencapai 32,75 persen.

“Saya pikir langkah dan kebijakan sudah maksimal, makanya kita cari masalahnya hari ini,” ujarnya.

Dia mencontohkan upaya pemberantasan stunting ini bukan hanya melibatkan aparatur kecamatan dan puskesmas.

“Pak wabup juga sudah turun langsung, jadi kita ini sebenarnya sudah maksimal,” kata Mursil, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Kanwil DJKN Aceh Gelar Sosialisasi Penjualan Produk Kopi di Bener Meriah

Baca juga: Realisasi Pembiayaan KUR di Aceh 3 Terendah di Sumatera, Ini Perbandingan dengan Daerah Lain

Dia mengatakan Wabup Aceh Tamiang HT Insyafuddin pernah berkeliling ke rumah warga hanya untuk mengantar susu kambing untuk anak penderita gizi buruk.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved