Breaking News:

Berita Lhokseumawe

AJI Lhokseumawe Gelar Nobar Film Dokumenter “KPK the EndGame”

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe menggelar nonton bareng film dokumenter ‘KPK the EndGame: Ronde Terakhir Melawan Korupsi”,

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Foto Dok AJI Lhokseumawe
Pengurus AJI Lhokseumawe foto bersama dengan usai nobar film dokumenter KPK The End Game, Jumat (18/6/2021) malam. 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe menggelar nonton bareng film dokumenter ‘KPK the EndGame: Ronde Terakhir Melawan Korupsi”,.

Nobar berlangsung di Aula Meurah Silue Kampus Pascasarjana Universitas Malikussaleh (Unimal), Lancang Garam, Lhokseumawe, Jumat(18/6/2021) malam. 

Panitia menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. 

Baca juga: Komnas HAM: 3 Pertanyaan Tak Bisa Dijawab Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Terkait TWK

Hampir semua undangan menonton film tersebut sampai selesai sambil menyeruput kopi, menikmati kacang dan jagung rebus yang disediakan panitia.

Usai nobar, Antropolog Unimal Teuku Kemal Fasya, Aktivis antikorupsi Muslem Hamidi, kemudian Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Lhokseumawe Tgk M Rizwan Haji Ali, memberikan testimoni terkait film dokumenter tersebut.

Selain para anggota AJI Kota Lhokseumawe, nobar film tersebut juga dihadiri Rektor IAIN Lhokseumawe Dr Danial bersama Dekan Fakultas Syariah Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, PhD, Rektor Unimal Dr Herman Fithra diwakili Pembantu Rektor IV Dr Azhari. 

Baca juga: Ingin Tangkap Harun Masiku, Kasatgas Penyelidik KPK Tidak Dapat Izin dan Terganjal Tak Lolos TWK

Kemudian Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail diwakili Ketua Komisi I Faisal, Sekretaris Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara Muzakkir Fuad, 

Kemudian, Ketua Umum dan Ketua Harian Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Maimun Asnawi dan Armia.

Seterusnya, Pj Kepala Desa Lancang Garam Irfan Nurdin dan Sekretaris Tuha Peut Muzakkir Ibrahim, para aktivis mahasiswa, perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa, dan undangan lainnya.

Film karya Watchdoc Documentary Maker itu menampilkan cerita 16 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Mereka memberikan kesaksian bahwa TWK diskriminatif.

Baca juga: Ditanya Pilih Mana Pancasila atau Agama, Ini Jawaban Ketua KPK Firli Bahuri ke Aiman Witjaksono

Selain kesaksian tentang dugaan penyingkiran sejumlah penyidik KPK yang menangani kasus korupsi besar melalui jalur TWK, film tersebut juga menyajikan latar belakang kehidupan beberapa pegawai lembaga antirasuah itu.

“Film ‘the EndGame’ penting disaksikan semua lapisan masyarakat, sehingga pihaknya turut memfasilitasi nobar dengan mengundang berbagai kalangan,” ujar Ketua AJI Kota Lhokseumawe Irmansyah kepada Serambinews.com, Sabtu (19/6/2021). 

Namun, kata Irman, jumlah undangan dibatasi maksimal 60 orang lantaran masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Dengan menonton film dokumenter tersebut, Ia berharap dapat terus mengobarkan dan merawat semangat antikorupsi. 

“Tentunya juga menolak segala upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi yang terjadi di masa awal lahirnya KPK hingga saat ini,” ujar Irmansyah didampingi Sekretaris AJI Kota Lhokseumawe, Jafaruddin.(*)

Baca juga: Tiga Orang Terkaya di Dunia Ini Disarankan Ke Luar Angkasa, Tapi Dilarang Kembali Ke Bumi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved