Breaking News:

Update Covid 19

Lonjakan Kasus Covid-19 Terjadi Satu Bulan Terakhir, Total Kasus Sudah 1.963.266 Orang

Jumlah pasien meninggal bertambah 290 orang, sehingga total kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 54.043 orang.

Editor: Taufik Hidayat
Kompas.com/Screenshot
ILUSTRASI Petugas Covid-19 Jember saat menguburkan jenazah. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengumumkan 12.990 kasus baru Covid-19 pada Jumat (18/6/2021), yang merupakan catatan tertinggi sejak 31 Januari 2021.

Menurut data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, total kasus seluruhnya menjadi 1.963.266 orang.

Pasien meninggal bertambah 290 orang, sehingga total kasus kematian akibat Covid-19 mencapai 54.043 orang.

Jakarta melaporkan 4.737 kasus dalam 24 jam terakhir, yang merupakan rekor tertinggi di wilayah ini selama pandemi.

Sementara itu, Jawa Barat melaporkan 2.791 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 1.331 kasus.

Perhimpunan Profesi Dokter Indonesia telah mendesak pemerintah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara menyeluruh dan serentak, terutama di Pulau Jawa.

Desakan ini merespons lonjakan kasus Covid-19 yang tengah terjadi di Indonesia pasca-libur Idulfitri dan munculnya varian baru virus yang menjadi perhatian (variant of concern).

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Sudah Mencapai 34,5 Juta Dosis

Baca juga: VIDEO - Pesawat Tempur Israel Kembali Bombardir Gaza

Baca juga: Jalur Gaza Kembali Memanas, Bola Api Kembali Dibalas Rudal Jet Tempur Israel

Baca juga: Arab Saudi Umumkan 1.236 Kasus Virus Corona dan 15 Kematian

Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia Erlina Burhan mengatakan ada lonjakan pasien yang luar biasa dalam satu bulan terakhir.

Angka hunian tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) baru berkisar 20-30 persen pada bulan lalu, namun saat ini BOR di Jakarta telah melonjak menjadi lebih dari 80 persen.

Berdasarkan data yang dihimpun Perhimpunan Profesi Dokter, kasus Covid-19 melonjak 500 persen dari 15 Mei hingga 17 Juni 2021.

“Ini membuat kami khawatir. Kami ini kan di hilir, kalau di hilir ada batasnya. Oleh sebab itu kami meminta pemerintah pusat tegas, terapkan PPKM menyeluruh, jangan sporadis,” kata Erlina melalui konferensi pers virtual, Jumat (18/6/2021).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved