Senin, 18 Mei 2026

Berita Luar Negeri

Ahli Epidemiologi Senior Tiongkok Sebut AS Harus Jadi Prioritas Penyelidikan Asal Usul Covid-19

ahli epidemiologi senior Tiongkok mengatakan, Amerika Serikat harus menjadi prioritas dalam fase penyelidikan berikutnya tentang asal usul Covid-19

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Republic World
Foto Ilustrasi - Varian Delta Virus Corona Lebih Berbahaya, Banyak Menyerang Orang Berusia Muda 

Ahli Epidemiologi Senior Tiongkok Sebut AS Harus Jadi Prioritas Penyelidikan Asal Usul Covid-19

SERAMBINEWS.COM - Seorang ahli epidemiologi senior Tiongkok mengatakan, Amerika Serikat harus menjadi prioritas dalam fase penyelidikan berikutnya tentang asal usul Covid-19

Melansir Global Times, media milik pemerintah China Kamis (17/6/2021), pernyataan itu dia keluarkan setelah sebuah penelitian menunjukkan penyakit Covid-19 bisa saja sudah menyebar di Amerika pada awal Desember 2019.

Reuters memberitakan, studi yang diterbitkan minggu ini oleh Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), menunjukkan bahwa setidaknya tujuh orang di lima negara bagian AS terinfeksi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, beberapa minggu sebelum Amerika Serikat melaporkan kasus resmi pertamanya.

Baca juga: 3 Gejala Utama dan 6 Gejala Subtipe Virus Corona, Ini yang Harus Dilakukan Bila Terpapar Covid-19

Sebuah studi bersama China-World Health Organization (WHO) yang diterbitkan pada bulan Maret mengatakan Covid-19 kemungkinan besar berasal dari perdagangan satwa liar negara itu, dengan virus masuk ke manusia dari kelelawar melalui spesies perantara.

Tetapi Beijing juga telah mengemukakan teori bahwa Covid-19 masuk ke China dari luar negeri melalui makanan beku yang terkontaminasi.

Di sisi lain, sejumlah politisi asing juga menyerukan penyelidikan lebih lanjut tentang kemungkinan bocornya virus Covid-19 dari laboratorium.

Baca juga: AS dan China Saling Kecam, Gara-gara Diungkit Asal Usul Virus Corona, Isu Taiwan dan HAM

Zeng Guang, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan kepada Global Times bahwa perhatian harus dialihkan ke Amerika Serikat.

Dia bilang, AS terbilang lambat untuk menguji warganya pada tahap awal wabah, dan juga merupakan rumah dari banyak laboratorium biologi.

"Semua mata pelajaran terkait senjata biologis yang dimiliki negara harus diawasi," katanya seperti dikutip Global Times.

Mengomentari studi AS pada hari Rabu, juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan sekarang "jelas" wabah Covid-19 memiliki "banyak asal" dan bahwa negara-negara lain harus bekerja sama dengan WHO.

Baca juga: Palestina Batalkan Pertukaran Vaksin Pfizer dengan Israel, Dosis Vaksin Segera Kedaluwarsa

Asal usul pandemi telah menjadi sumber ketegangan politik antara China dan Amerika Serikat.

Dengan banyak fokus baru-baru ini pada Institut Virologi Wuhan (WIV), yang terletak di Wuhan tempat wabah pertama kali diidentifikasi pada akhir 2019.

China telah dikritik karena kurangnya transparansi dalam mengungkapkan data tentang kasus-kasus awal serta virus yang dipelajari di WIV.

Baca juga: Roket Katyusha Hantam Pangkalan Militer Amerikat Serikat di Irak

Wall Street Journal melaporkan awal bulan ini, sebuah laporan oleh laboratorium nasional pemerintah AS menyimpulkan, masuk akal bahwa virus itu telah bocor dari laboratorium Wuhan.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved