Breaking News:

Internasional

AS Kurangi Peralatan Militer, Arab Saudi Sebut Tidak Akan Mempengaruhi Pertahanan Udara

Kerajaan Arab Saudi menegaskan pengurangan peralatan militer AS tidak akan mempengaruhi sistem pertahanan udara.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Juru bicara koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, Kolonel Turki Al-Maliki 

Pertahanan udara Saudi mencegat total 17 drone Houthi pada Sabtu (19/6/2021), jumlah tertinggi dalam satu hari sejak konflik dimulai, kata Al-Maliki.

Baca juga: Arab Saudi Tindak 5,6 Juta Orang Pelanggar Berbagai Aturan, Masuk Tanpa Izin Sampai Kependudkan

Awal bulan ini, sebuah pesawat tak berawak bermuatan bom yang diluncurkan oleh Houthi menabrak sebuah sekolah perempuan di Provinsi Asir selatan, kata media pemerintah Saudi.

Tidak ada cedera yang dilaporkan dalam serangan itu.

Tetapi selama tur media pada Minggu (20/6/2021) di sekolah itu, atapnya dipenuhi pecahan kaca, bantalan bola dan logam bengkok.

Para pejabat mengatakan beberapa orang tua yang ketakutan menolak mengirim anak-anak mereka untuk menghadiri kelas.

"Arab Saudi tidak dapat menutupi seluruh negeri dengan Patriot,” kata seorang pejabat setempat.

Baca juga: Pemerintah Yaman Peringatkan MIlisi Houthi Serangan ke Marib dan Saudi, Perang Tak Akan Berakhir

"Tidak ada target militer di sini... jelas Houthi sengaja menyerang warga sipil," tambahnya.

Eskalasi itu terjadi sebagai dorongan diplomatik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat dan negara-negara regional.

Untuk mengamankan gencatan senjata di Yaman setelah lebih dari enam tahun konflik yang menghancurkan perekonomian penduduknya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved