Kamis, 9 April 2026

Wacana Jabatan Presiden 3 Periode, Jokowi Diingatkan Tidak Tergoda Hasutan Pendukung

Presiden Joko Widodo diminta tidak tergoda dengan misi atau ambisi orang - orang sekitarnya yang mendorong wacana jabatan 3 periode.

Editor: Faisal Zamzami
ANTARA FOTO/HO/KEMENLU
Presiden Joko Widodo bersiap menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi Covid-19.(ANTARA FOTO/HO/KEMENLU) 

SERAMBINEWS.COM - Isu wacana presiden tiga periode kembali menjadi perbincangan publik.

Banyak yang menolak wacana tersebut, tapi ada juga yang mendukungnya.

Salah satu yang mendukung adalah Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 atau JokPro.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo diminta tidak tergoda dengan misi atau ambisi orang - orang sekitarnya yang mendorong wacana jabatan 3 periode.

Koordinator Platform Nyapres 2024, Veri Junaidi mengatakan wacana penambahan masa periode jabatan presiden adalah upaya semu belaka.

Sebab, sejumlah pihak mengaitkan penambahan itu dibungkus dengan alasan penanganan pandemi Covid-19, hingga melanjutkan program pemerintah.

"Kami mengingatkan Presiden Jokowi untuk tidak tergoda dengan misi keinginan ambisi orang di sekitar Jokowi,

dalam hal ini adalah para pendukungnya untuk mendorong presiden 3 periode," ujar Veri Junaidi dalam diskusi daring, Rabu (23/6/2021).

"Upaya ini sebetulnya adalah upaya semu. Kelihatannya sangat baik, dibungkus rapih dengan alasan penanganan pandemi Covid-19, melanjutkan program pemerintah," sambungnya.

Selain diminta tidak tergoda, Jokowi selaku presiden yang menjabat saat ini juga diharap mengingatkan orang - orang di lingkarannya agar menyetop opini publik soal perpanjangan masa jabatan 3 periode.

Selain inkonstitusional, wacana tersebut juga dinilai tidak menguntungkan bagi Jokowi dan regenerasi politik nasional berikutnya.  

"Oleh karena itu Presiden Jokowi mesti mengingatkan orang terdekatnya, dan para pendukungnya untuk menghentikan upaya membangun opini publik terkait perpanjangan masa jabatan 3 periode.

Karena itu justru menampar muka presiden yang seolah presiden menginginkan dan menghendaki," pungkasnya.

Tanggapan MPR

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid membantah ada pembicaraan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode dari kalangan Istana. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved