Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Kekuatan Dunia Mendorong Perdamaian Libya, Serukan Tentara Asing Segera Hengkang

Jerman dan PBB menyatukan perwakilan Libya dengan negara kuat yang memiliki kepentingan di negara itu pada konferensi perdamaian Rabu (23/6/2021).

Editor: M Nur Pakar
AFP/Mahmud TURKIA
Pejuang pendukung Pemerintahan Nasional Libya (GNA) di Tripoli menjaga wilayah Abu Qurain, jalan masuk Ibu Kota Tripoli dan Benghazi pada 20 Juli 2020. 

SERAMBINEWS.COM BERLIN - Jerman dan PBB menyatukan perwakilan Libya dengan negara kuat yang memiliki kepentingan di negara itu pada konferensi perdamaian Rabu (23/6/2021).

Hal itu bertujuan untuk mengamankan pemilihan di negara Afrika Utara itu dan pengusiran tentara asing.

Pertemuan di kementerian luar negeri di Berlin, Jerman, dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di antara peserta

Menindaklanjuti konferensi Januari 2020 di mana para pemimpin sepakat untuk menghormati embargo senjata.

Mendorong pihak-pihak yang bertikai di negara itu untuk mencapai gencatan senjata penuh.

Jerman telah mencoba untuk bertindak sebagai perantara.

Dilansir AP, negara-negara yang terlibat dalam proses tersebut antara lain lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, bersama dengan Italia, Turki, dan Uni Emirat Arab.

Menjelang konferensi, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mencatat banyak yang telah dicapai dalam dua tahun terakhir.

Baca juga: Mesir Minta Pasukan Bayaran Asing Segera Hengkang dari Libya

Perjanjian gencatan senjata Oktober 2020 yang mencakup permintaan agar semua pejuang asing dan tentara bayaran meninggalkan Libya dalam waktu 90 hari menghasilkan kesepakatan tentang pemilihan.

Dimana akan diadakan pada 24 Desember 2021 dan pemerintahan transisi yang mulai menjabat pada Februari.

?Tetapi masih banyak tantangan masih terbentang di depan kita,” kata Maas.

“Untuk stabilisasi lebih lanjut negara, sangat penting pemilihan berlangsung seperti yang direncanakan dan pejuang asing dan tentara bayaran benar-benar meninggalkan Libya,” katanya.

Dia menambahkan konferensi ini meluncurkan fase baru, di mana tidak lagi hanya berbicara tentang Libya/

Tetapi berbicara dengan pria dan wanita Libya tentang masa depan negara mereka.

Blinken mengatakan:

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved