Breaking News:

Berita Pidie

Pencuri Uang Dalam Celeng Masjid Dihukum 4 Tahun Penjara, Jaksa Kembalikan Barang Bukti Rp 4,6 Juta

Terpidana pencuri celengan masjid bernama Asnawi telah vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli 4 tahun penjara

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Plt Kasubsi Pidum dan Pidsus Cabang Kejaksaan Negeri Pidie di Kotabakti, Muhammad Riko Ary Pratama, menyerahkan BB uang di Masjid Syuhada Geumpang, Pidie 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Terpidana pencuri celengan masjid bernama Asnawi telah vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli 4 tahun penjara.

Majelis hakim menilai Asnawi secara sah telah bersalah mencuri uang dalam celengan Masjid Syuhada Geumpang, Pidie.

Aksi Asnawi berhasil ditangkap sehingga berlabuh ke meja hijau. Saat ini, Asnawi menjalani hukuman di Rutan Sakti.

Baca juga: 3 Nelayan Aceh Utara yang Tolong Warga Rohingya di Tengah Laut Dihukum 5 Tahun Penjara

" Vonis terhadap terdakwa Asnawi pada tanggal 8 Juni 2021, dengan putusan Majelis Hakim PN Sigli 4 tahun penjara," kata Kacabjari Pidie di Kotabakti, Muhammad Kadafi, kepada Serambinews.com, Jumat (25/6/2021).

Ia menjelaskan, untuk barang bukti (BB) uang dalam kotak amal masjid sebesar Rp 4.609.000, yang diserahkan Plt Kasubsi Pidum dan Pidsus Cabang Kejaksaan Negeri Pidie di Kotabakti, Muhammad Riko Ary Pratama, SH.

Baca juga: Majelis Hakim Potong 6 Tahun Hukuman Penjara Jaksa Pinangki, ICW: Benar-Benar Keterlaluan

BB itu diterima pengurus Masjid Syuhada, Kecamatan Geumpang, Pidie.

Kata M Khadafi, BB tersebut merupakan hasil dari tindak pidana pencurian yang dilakukan terpidana Asnawi alias Nawi bin Muhammad Amin yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Sigli Nomor : 89/Pid.B/2021/PN. Sgi tanggal 8 Juni 2021. 

Baca juga: Daftar Harga Ponsel Realme Terbaru Bulan Juni 2021, Varian C ada yang Turun Harga

Kegiatan pengembalian barang bukti ini merupakan bentuk hadirnya Cabang Kejaksaan Negeri Pidie di Kotabakti dalam memberikan pelayanan publik terhadap masyarakat.

Pegantaran BB ini dilaksanakan tanpa dipungut biaya apapun (gratis). 

"Pengembalian barang bukti ini dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan Covid-19," pungkasnya. (*)

Baca juga: Istri Nelayan Aceh Utara Menangis Tiap Anak Tanya Ayahnya, Padahal Dipenjara Akibat Tolong Rohingya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved