Breaking News:

Berita Banda Aceh

WH Segel Salon di Simpang Surabaya, Diduga Karena Ada Waria Layani Pelanggan Pria

Petugas mengaku mendapati pasangan sejenis, yakni pelanggan pria berinisial BR (31) asal Aceh Tamiang dan pekerja salon seorang waria berinisial MA.

Penulis: Misran Asri | Editor: Taufik Hidayat
Dok WH
Petugas gabungan Sagpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Kepolisian dan TNI mendatangi Salon Sherly Perez di kawasan Simpang Surabaya, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh dan menyegel salon tersebut, Selasa (29/6/2021). 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petugas gabungan dari Satpol PP dan WH serta dibantu petugas Kepolisian dan TNI menyegel Salon Sherly Perez di kawasan turunan jembatan fly over Simpang Surabaya, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh, Selasa (29/6/2021).

Penyegelan tersebut dilakukan atas dasar pelanggaran syariat Islam yang pernah terjadi di sana beberapa waktu lalu, tepatnya pada Minggu (13/6/2021) dini hari.

Dimana di lantai dua salon tersebut petugas mendapati pasangan sejenis, yakni pelanggan pria berinisial BR (31) asal Aceh Tamiang dan pekerja salon seorang waria berinisial MA (28), asal Medan.

Pada saat ditemukam pasangan sejenis ini sedang asyik kusuk dan di tubuh keduanya hanya tersisa celana dalam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plh Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Evendi A Latief SAg, kepada Serambinews.com, Selasa (29/6'2021).

Menurut Evendi, Salon Sherly di kawasan Simpang Surabaya beserta sejumlah salon lainnya yang ada di Kota Banda Aceh masuk dalam pengawasan dan pemantauan ketat.

Baca juga: VIDEO - Bocah SD Bantu Mengecat, Pilih Dikasih Beras daripada Uang Demi Bantu Keluarga

Baca juga: VIDEO Nelayan Aceh Dipenjara karena Tolong Rohingya di Laut, Istri Menangis Tiap Kali Anaknya Nanya

Baca juga: VIDEO - Terpisah Bertahun-tahun, Bahkan Dikira Sudah Meninggal, Adik Temukan Abang Kandungnya

Petugas pun sudah sering memperingatkan dan memberikan pembinaan serta pengertian agar tidak ada pelanggaran syariat yang terjadi di sana. Artinya, ungkap Evendi, salon tersebut tidak murni menjalankan usahanya.

Melainkan kuat indikasi pelanggaran syariat Islam yang terjadi di sana dan terkesan dilegalkan.

"Harusnya dengan kekhususan Aceh dalam menjalankan syariat Islam harus dihormati oleh semua pihak, termasuk para pemilik dan salon-salon kecantikan yang sudah diberi izin. Mereka harusnya menjunjung tinggi nilai-nilaii syariat Islam yang berlaku," terang Evendi.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Syariat Islam Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Zakwan SHI menerangkan pelanggaran syariat di salon itu bukan yang pertama, tapi sudah berulang dan sering diperingatkan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved