Berita Abdya
Warga Setia Abdya Blokir Jalan Nasional, Arus Lalu Lintas Macet Hingga 1 Kilometer, Ini Penyebabnya
Akibat aksi pemblokiran jalan tersebut, aktivitas lalu lintas di kawasan itu terjadi kemacetan sepanjang satu kilometer lebih.
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Saifullah
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Puluhan warga di Kecamatan Setia, Aceh Barat Daya (Abdya) memblokir Jalan nasional Tapaktuan-Banda Aceh, Sabtu (3/7/2021) siang.
Aktivitas penutupan jalan dengan meletakkan drum dan kursi kayu di tengah jalan nasional itu, berlangsung beberapa jam.
Akibat aksi pemblokiran jalan tersebut, aktivitas lalu lintas di kawasan itu terjadi kemacetan sepanjang satu kilometer lebih.
Sejumlah kendaraan dari Tapaktuan dan Banda Aceh, harus antri berjam-jam, sampai jalan itu dibuka kembali oleh warga.
Informasi yang diperoleh Serambinews.com menyebutkan, aksi blokir jalan nasional itu sebagai bentuk protes warga akibat tumpahan material dari truk pengangkut tanah timbun, sehingga jalan nasional menjadi berlumpur.
Tanah timbun tersebut untuk pematangan lahan pada salah satu proyek pihak swasta di kawasan tersebut.
Baca juga: Warga Blokir Jalan yang Dipenuhi Sampah, Begini Respon Sekdako Lhokseumawe
Baca juga: HP Pelajar Dirampas 3 OTK, Penduduk Desa Blokir Jalan, Desak Polisi Tangkap Pelaku
Baca juga: Warga Sempat Blokir Jalan yang Dipenuhi Sampah, DPRK Lhokseumawe: DLK tak Becus
Selain tak sedap dipandang mata, akibat tumpahan tanah lebih kurang 500 meter itu juga membahayakan para pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat yang melintasi jalan nasional tersebut.
“Jadi ini bentuk protes kita terhadap pihak pengelola, karena aksi ini bukanlah pertama kali terjadi, tapi berulangkali terjadi,” ujar Jasman, salah seorang warga.
Ia mengaku, aksi itu bukan menghambat investasi yang sedang berlangsung di Kecamatan Setia.
Namun aksi itu sebagai protes terhadap pihak yang mengelola proyek agar bertanggung jawab, mengingat pihak perusahan telah menyerahkan uang yang cukup membersihkan jalan.
“Kita dukung investasi, tapi yang kita protes tumpukan tanah yang jatuh di jalan agar dibersihkan,” sebutnya.
Karena, lanjutnya, akibat adanya aktivitas pengangkutan material tanah gunung itu, saat musim kemarau, debu tanah gunung itu masuk ke dalam rumah warga sehingga sangat mengganggu kesehatan masyarakat.
Baca juga: Warga Blokir Jalan 5 Jam, Tuntut Pengembalian Lahan HGU
Baca juga: Aksi Warga Blokir Jalan ke PLTU di Nagan Raya Berlanjut
Baca juga: Warga Blokir Jalan di Seumanah Jaya, Ekses Kerusakan yang Tak Diperbaiki
“Sementara saat hujan tiba, rumah warga menjadi banjir dan berlumpur,” paparnya.
“Kami melihat pengelola seperti tidak serius dan terkesan abai, makanya kami lakukan ini,” tegas Jasman.
Ia berharap, aksi pemblokiran jalan itu bisa menjadi catatan kepada pihak pengelola bisa serius dan melakukan penyiraman saat jalan berlumpur.
“Selama ini memang ada disiram, tapi tidak serius sehingga sesudah disiram bukan bertambah bersih, malah bikin jalan berlumpur dan masyarakat harus memakan debu setiap hari,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalan-nasional-diblokir-0307.jpg)