Breaking News:

Berita Pidie

Harga Pupuk Subsidi Melambung di Pidie , Pihak Kementan RI Terkejut Hingga Bertemu Distributor

Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah bertemu dengan tujuh distributor pupuk di Pidie.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Petani memakai pupuk bersubsidi pemerintah untuk menyuburkan tanaman padi. Harga pupuk subsidi dijual mahal di Pidie sehingga tidak sesuai dengan harga enceran tetap (HET) 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah bertemu dengan tujuh distributor pupuk di Pidie.

Pertemuan tersebut membahas penyebab pupuk subsidi pemerintah dijual tidak sesuai harga enceran tetap (HET).

Adalah pupuk NPK Phonska dari harga HET Rp 115.000 per sak, tapi dijual 180.000 per sak.

Harganya sangat mencekik leher petani saat membeli pupuk bersubsidi pemerintah itu.

Baca juga: Pupuk Subsidi Mahal dan Sulit Diperoleh, Apdesi Aceh Mengadu Ke Fraksi PKB di Jakarta

Asisten II Setdakab Pidie, Buchari AP MSi, kepada Serambinews.com, Minggu (4/7/2021) mengatakan, terkait pupuk bersubsidi dijual dengan harga melambung, Kementan RI, PT Petrokimia dan tujuh distributor pupuk telah menggelar rapat tiga hari lalu di Pidie.

Rapat tersebut sebagai upaya untuk menghentikan kasus penjualan pupuk tidak sesuai HET.

"Pihak Kementan sangat terkejut harga pupuk bersubsidi di Pidie dijual dengan harga Rp 180 ribu per sak," jelas Buchari kepada Serambinews.com, di Masjid Alfalah Sigli.

Baca juga: Ini Harga Pupuk Subsidi di Aceh, Belum Miliki Kartu Tani, Tetap Bisa Tebus, Asal Terdata di e-RDKK

Dikatakan, pihak kementerian juga telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan pupuk yang dijual kios pengecer.

Hasil pengecekan, sebut Buchari, memang adanya kios pengecer pupuk bersubsidi dijual Rp 180.000 per sak. 

"Bukan di Kecamatan Simpang Tiga saja pupuk subsidi dijual tinggi, tapi di beberapa kecamatan lain juga dijual tidak mengacu pada HET," ujarnya.

Baca juga: Kebangkitan Militer China tak Bisa Disembuyikan, NATO Makin Cemas

Ia menambahkan, kios pengecet menjual dengan harga tinggi, lantaran distributor menjual tidak sesuai dengan HET.

Padahal, pupuk bersubsidi itu untuk membantu petani, terutama petani miskin.

"Rata-rata petani kita kan miskin, jadi kios pengecer dan distributor hendaknya menyadari itu," pungkasnya.(*)

Baca juga: Info CPNS Pidie, Untuk PPPK Terbentur Gaji, Begini Penjelasan Sekda

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved