Breaking News:

Pupuk Subsidi Mahal dan Sulit Diperoleh, Apdesi Aceh Mengadu Ke Fraksi PKB di Jakarta

Kelangkaan pupuk subsidi di Aceh setiap musim tanam tiba selalu sulit di peroleh hingga menyulitkan petani

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Aceh saat beraudiensi dengan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis (01/7/2021) di Jakarta 

Pupuk Subsidi Mahal dan Sulit Diperoleh, Apdesi Aceh Mengadu Ke Fraksi PKB di Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kelangkaan pupuk subsidi di Aceh setiap musim tanam tiba selalu sulit di peroleh.

Selain langka pupuk yang mestinya menjadi milik petani tersebut juga mahal di pasaran.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Aceh saat beraudiensi dengan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis (01/7/2021) di Jakarta.

Turut hadir pada audiensi tersebut Sekretaris Apdesi Provinsi Aceh, Saiful Ifky, Ketua Apdesi Kabupaten Aceh Besar Geuchik Muslim, Ketua Apdesi Kecamatan Darussalam Salamun SH beserta sekretarisnya Satria Maulana Putra MM beserta perwakilan kepala desa dari kecamatan kutabaro dan Darussalam Kabupaten Aceh Besar.

Baca juga: Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi

Perwakilan Keuchik Drs Zamri A Rafar mengatakan secara geografis provinsi Aceh di kelilingi oleh laut dengan potensi wisatanya yang unggul

Lebih lanjut kata Zamri selain bidang kelautan provinsi Aceh terutama kabupaten Aceh Besar mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani maupun peternak.

"Inilah yang menjadi persoalan selama ini pak, tiap musim tanam para petani kita kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah bahkan jikapun ada harga jualnya juga tinggi," ujar mantan kepala dinas salah satu OPD Aceh Besar ini dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Jumat (2/7/2021)

Selain persoalan pupuk, kebutuhan alat mesin pertanian untuk pengolahan tanah seperti Cultivator, Combain, Traktor roda 4 juga sangat diperlukan petani.

Baca juga: Komisi II DPRA Minta Data RDKK Petani Perima Pupuk Subsidi Selalu Diperbaharui

"Untuk kecamatan darussalam banyak petani yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur mayur untuk di pasok ke pasar-pasar yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kami berharap ada program kerja yang bisa mengakomodir para petani sayur mayur ini" ujarnya

Anggota DPR RI Fraksi PKB H Irmawan S.Sos.MM yang menerima kunjungan Apdesi mengucapkan terimakasih atas langkah kongkret perjuangan para kepala desa yang nekat menyampaikan aspirasi masyarakat di tengah wabah covid yang tak kunjung reda.

"Terimakasih kepada bapak ibu para pejuang desa, pahlawan desa, di tengah ancaman nyawa akibat lonjakan virus corona tetap nekat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi warga desanya masing-masing," ujar Anggota DPR RI Komisi IV ini.

Terkait persolan pupuk komisi IV sedang mencari formula baru agar subsidi yang dilakukan benar-benar langsung dirasakan oleh petani.

Baca juga: Di Kota Subulussalam 8.448 Telah Divaksin, 85 persen Layanan Publik

"Pupuk subsidi mau dihilangkan, karena selama ini banyak permainan di sini, dikelola cukong, pengusaha , rekayasa administrasi untuk mendapatkan kuota banyak.

Hal-hal ini insya Allah akan kita tuntaskan, apa yang bapak ibu sampaikan akan kami sampaikan langsung kepada pak menteri saat RDP berlangsung," ujar mantan Ketua KNPI Gayo Lues ini.

Pada kesempatan sama, H Irmawan S.sos. MM yang juga Ketua DPW PKB Aceh ini didampingi Sekretarisnya Munawar AR MSi mengatakan, bahwa terkait program kerja baik saat di Komisi V maupun di Komisi IV selama ini telah dan sedang di salurkan dibeberapa kabupaten di Aceh terutama Aceh Besar.

"Tanpa bapak ibu minta sebenarnya program-program yang menyentuh langsung terhadap kebutuhan masyarakat telah kami usulkan.

Seperti Bantuan Rehab Rumah melalui program BSPS, perbaikan dan pembangunan ratusan kilometer jaringan irigasi tersier, bantuan pekarangan pangan lestari yang baru-baru ini sudah kita salurkan senilai Rp 2,4 Miliar, alsintan, ternak kambing, sapi ayam dan program-program komisi IV," tutup Irmawan.(*)

Baca juga: Pupuk Subsidi di Abdya Sudah 2 Bulan Kosong, Distributor Diduga tak Distribusi dan Minta Ini ke PIM

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved