Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kutaraja

Balai di Dayah Mini Pimpinan Tgk Umar Rafsanjani Ambruk Diterjang Angin Kencang, 5 Santri Masuk IGD

Kondisi itu pun mendorong pihak dayah bergegas cepat dan membawa kelima santri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Tayang:
Penulis: Misran Asri | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Balai pengajian di Kompleks Dayah Mini Aceh, di Jalan Teuku Meurah, Dusun Musafir, Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (5/7/2021) sekitar pukul 17.00 WIB, ambruk diterjang angin kencang. 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebuah balai pengajian di Kompleks Dayah Mini Aceh, di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (5/7/2021) tadi sore sekitar pukul 17.00 WIB, ambruk diterjang angin kencang.

Malang dalam peristiwa yang menimpa Dayah Mini Aceh di bawah Pimpinan Tgk H Umar Rafsanjani Lc MA itu, lima orang santri yang baru siap mengaji di balai tersebut tertimpa runtuhan bagian bangunan balai tersebut.

Kondisi itu pun mendorong pihak dayah bergegas cepat dan membawa kelima santri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Zainoel Abidin Banda Aceh dan langsung mendapat penanganan medis.

Tgk Umar Rafsanjani yang dihubungi Serambinews.com, Senin (5/7/2021) malam, mengungkapkan, pihaknya sedang menunggu hasil rontgen untuk kelima santrinya yang menjadi korban saat itu.

"Semoga tidak ada luka serius atau luka dalam yang dialami kelima santrinya itu," harapnya.

“Karena rata-rata mereka tertimpa, ada yang kena di pinggang sampai di leher," urainya.

Baca juga: Angin Kencang Terbangkan Atap Hingga Tumbangkan Pohon Timpa Rumah Warga Miskin di Geumpang Pidie

Baca juga: Angin Kencang Disertai Hujan Robohkan Rumah Warga Jangka Bireuen

Baca juga: Kota Langsa Dilanda Hujan dan Angin Kencang

"Tentu kami menaruh harapan besar semoga semua santri kami baik-baik saja dan segera pulang,” ujar dia menyiratkan kekhawatiran.

Tgk Umar Rafsanjani menerangkan, tidak kurang ada sebanyak 150 pelajar putra dan putri yang belajar ilmu agama di dayahnya.

Mereka direkrut dari setiap kabupaten/kota di Aceh dan selama ini dididik secara gratis di Dayah Mini Aceh, di mana rata-rata merupakan anak yatim dan dhuafa.

“Mereka dididik secara gratis dan tidak dipungut biaya. Lalu, dengan kondisi sekarang memang agak berat," ungkapnya.

Tapi, kami tetap berusaha maksimal dan menaruh harapan agar ilmu agama yang mereka terima saat ini di Dayah Mini, dapat berguna untuk bekal di dunia dan akhirat,” terang Tgk Umar Rafsanjani.

Lalu, terhadap balai pengajian yang ambruk diterjang angin kencang saat musibah Senin sore tadi, ia berharap, dapat segera dibangun kembali dan berdiri kokoh di lokasi yang sama.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Libur Lebaran, Santri Dayah Mini Aceh Diswab Antigen

Baca juga: Santri Dayah Mini Aceh Diswab Antigen

Baca juga: Trauma, Santri Korban Cabul Dipindahkan ke Dayah di Langsa, Begini Modus Oknum Guru

"Tujuannya agar aktivitas anak-anak yang menuntut ilmu agama tidak terkendala," pungkas Pimpinan Dayah Mini Aceh, Tgk H Umar Rafsanjani Lc MA.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved