Virus Corona
Usia 40 Tahun Punya Risiko Tinggi Saat Isolasi Mandiri, Punya Komorbid dan Gangguan Imunitas
Sehingga kini banyak masyarakat yang terpaksa melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Sehingga kini banyak masyarakat yang terpaksa melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.
SERAMBINEWS.COM - Masyarakat diimbau supaya mewaspadai jangkitan virus corona atau covid-19 kian tinggi s ekarang ini.
Diimbau supaya menjaga kesehatan sehingga aman dari penyakit mematikan ini.
Saat ini angka peningkatan pasien virus corona (Covid-19) terus mengalami lonjakan signifikan, namun fenomena itu tidak diimbangi ketersediaan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang memadai.
Sehingga kini banyak masyarakat yang terpaksa melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Penuhnya ruang rawat inap di rumah sakit, begitu pula dengan alat penunjangnya seperti tabung oksigen membuat banyak yang melakukan isoman.
Baca juga: Luar Biasa! Ini 10 Manfaat Makan Kismis saat Hamil
Baca juga: Minum Air Lemon Hangat Setiap Pagi, Ini 10 Manfaatnya untuk Kesehatan
• Staf Khusus Menkeu: PEN Hadir untuk Mempertahankan Daya Beli Masyarakat di Masa Pandemi
Meskipun kategori gejala yang dialami mereka yang terpapar virus ini berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat.
Salah satu varian Covid-19 yang menjadi perhatian saat ini adalah B.1.67.2 (Delta) yang dianggap lebih mudah dan cepat menular serta rentan terhadap kelompok lanjut usia (lansia) dan memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman pun menyebutkan sejumlah risiko tinggi yang perlu diwaspadai saat seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 harus melakukan isoman) di rumah.
Ia menjelaskan bahwa mereka yang masuk dalam kelompok usia di atas 40 tahun memiliki risiko lebih besar terinfeksi varian Delta.
Selain itu, penderita komorbid atau penyakit kronis serta obesitas juga dinilai perlu mewaspadai varian ini.
Karena risiko penularannya lebih besar jika dibandingkan usia di bawah 40 tahun dan dalam kondisi sehat.
Begitu pula kondisi seperti kelainan organ, memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuh (imunitas), serta mereka yang hingga kini belum memperoleh vaksinasi.
"Kenali risiko tinggi saat isoman, usia di atas 40 tahun, punya komorbid (obesitas dan lain-lain), gangguan komunikasi, kelainan organ, gangguan imunitas atau gizi, belum divaksinasi," ujar Dicky, dalam akun Twitternya, Senin (5/7/2021) pagi.
Menurutnya, untuk kondisi pasien Covid-19 seperti ini, perlu adanya pemantauan yang dilakukan secara rutin oleh tenaga kesehatan (nakes) melalui telemedicine.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/babinsa-kawal-pemakaman-pasien-covid.jpg)