Rabu, 15 April 2026

Internasional

UNESCO Terima Permintaan Afghanistan, Masukkan Herat Dalam Situs Warisan Dunia

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO telah menerima permintaan Afghanistan untuk memasukkan kota barat Herat ke dalam Situs Warisan Dunia.

Editor: M Nur Pakar
Wikipidea
Benteng Alexander yang dikenal sebagai Qala Iktyaruddin terletak di Herat, Afghanistan, dibangun 330 SM. 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO telah menerima permintaan Afghanistan untuk memasukkan kota barat Herat ke dalam Situs Warisan Dunia.

Tetapi, pengumuman resmi yang akan dibuat dalam setahun, kata para pejabat.

“Kami telah mengajukan proposal ke UNESCO pada Maret 2020," kata Haroon Hakimi, Wakil Menteri Kementerian Kebudayaan dan Informasi Afghanistan, kepada Arab News, Kamis (8/7/2021).

"UNESCO mengatakan Herat memenuhi kriteria untuk ditambahkan ke daftar Situs Warisan Dunia,” tambahnya.

Untuk memfasilitasi “data dan pekerjaan penelitian yang akan memakan waktu hingga satu tahun, UNESCO juga telah mengalokasikan 30.000 dolar AS kepada pemerintah Afghanistan, kata Hakimi.

“Setelah itu, UNESCO akan secara resmi mengumumkan masuknya Herat ke dalam Situs Warisan Dunia." jelasnya.

Untuk dimasukkan dalam daftar, situs harus memiliki nilai universal yang luar biasa dan memenuhi setidaknya satu dari 10 kriteria UNESCO.

Baca juga: Taliban Gempur Badghis, Rebut Markas Polisi dan Kantor Badan Intelijen Afghanistan

Di antaranya, mewakili mahakarya jenius kreatif manusia.

Menunjukkan pertukaran penting nilai-nilai kemanusiaan selama rentang waktu atau dalam wilayah budaya dunia.

Mengandung fenomena alam superlatif atau area dengan keindahan alam yang luar biasa dan kepentingan estetika.

Beberapa situs utama yang telah menambah keunggulan Herat sebagai kota kuno termasuk benteng Herat yang dibangun pada 330 SM dan juga disebut benteng Alexander Agung.

Masjid Jami berubin biru yang dibangun pada tahun 1.200 M; dan lima menara yang menjadi pusat pembelajaran Islam dari abad ke-15.

Sementara tiga situs telah mengalami kerusakan akibat berbagai perang dan bencana alam dan menara runtuh, benteng dan masjid telah dipulihkan selama bertahun-tahun.

Terletak di dekat perbatasan dengan Iran dan Turkmenistan, Herat adalah kota terbesar ketiga di Afghanistan dengan perkiraan populasi 574.276 dan merupakan ibu kota provinsi Herat.

Ini telah lama berfungsi sebagai pusat pembelajaran Islam.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved