Breaking News:

Daun Bidara

Bisa Mengusir Jin, Begini Cara Mengolah Daun Bidara Menurut Ustaz Abdul Somad

Daun bidara dapat mengusir jin, begini cara mengolahnya menurut penuturan Ustaz Abdul Somad (UAS).

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
instagram @ustadzabdulsomad_official
Penjelasan Ustaz Abdul Somad terkait daun bidara. 

Tak disangka, salah satu pohon penghuni surga yang disebutkan dalam Al-Quran surat Al Waqiah ayat 27-31, yakni daun bidara dapat kita temukan di Indonesia.

Namun, bukan hanya buahnya, daun bidara ternyata juga kaya akan manfaat.

Selain kaya khasiat, daun bidara berbentuk bulat panjang dari pohon kecil yang tumbuh di daerah kering ini sangat bagus untuk mengusir jin dan meruqyah tubuh.

Untuk ulasan lebih lanjut, simak penjelasan Ustaz Syamsuddin Nur Makka atau biasa dikenal Ustaz Syam berikut ini dalam program Islam Itu Indah Trans TV yang membahas tentang daun bidara.

"Katanya ada pohon di surga tapi ada juga di dunia, dan manfaatnya bisa mengusir gangguan jin. Pohon apa kira-kira ustaz?," tanya seorang host yang memandu acara yang tayang pada 11 Mei 2020 lalu.

POHON BIDARA/SIDR

Dalam mengawali penjelasannya, Ustaz Syams menyebut jika pohon yang dimaksud di dalam Al-Qur'an adalah pohon daun bidara atau disebutkan sidr dalam kitab tersebut.

Pohon daun bidara ini tertera dalam surat Al-Waqi’ah tentang kelompok kanan dari penghuni surga berada di bawah pohon bidara yang tidak berduri.

Alloh azza wa jalla berfirman:

( وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ * فِي سِدْرٍ مَّخْضُودٍ * وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ * وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ * وَمَاء مَّسْكُوبٍ * وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ )

Artinya:

“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak,” QS. al-Waqi’ah (56) : 27-32.

Membahas tafsir surat Al-Waqi'ah, Ustaz Syams menyebut golongan yang dimaksud dalam ayat tersebut yakni golongan kanan.

Golongan kanan itu terdiri dari orang-orang soleh, bahkan keimanannya tidak dapat diukur lagi.

"Dalam surah Al Waqiah membicarakan tentang beberapa golongan.

Ada golongan 'mereka yang masuk surga awal-awal', mereka adalah orang-orang soleh beserta mereka orang-orang yang bertemu langsung dengan Rasulullah.

Mereka yang keimanannya tidak bisa diukur lagi, bahkan salah seorang sahabat-sahabat Abu Bakar jikalau imannya ditimbang dengan iman seluruh mat manusia, masih lebih berat imannya Abu Bakar Ash-Shiddiq," kata Ustaz Syams.

Dalam golongan kanan tersebut, ada golongan yang cepat masuk surga.

"Ada golongan yang cepat masuk surga dan ada juga yang masuk surga tapi akan diberikan kenikmatan surga. Siapa mereka? yakni 'Ashhabul yamini ma ashhabul yamin', yakni mereka yang golongan kanan," lanjut Ustaz Syams.

Adapun orang-orang yang masuk surga di golongan tersebut nantinya akan disuguhkan daun bidara yang tidak berduri disediakan oleh Allah SWT. 

"Dan hebatnya, yang pertama ditunjukkan dalam ayat ini yakni mereka yang pemandangan
Fi sidrim makhdud, mereka di surga nanti akan mendapatkan pohon bidara atau daun bidara yang tidak berduri yang disediakan Allah SWT," papar Ustaz Syams.

Daun Bidara Ampuh Usir Jin

Lebih lanjut Ustaz Syams mengatakan, adapaun daun bidara yang disebutkan di dalam Al-Quran ini mampu mengusir gangguan jin dalam tubuh manusia.

"Ternyata di surga disebutkan adapaun daun bidara ini disebutkan bahwasannya dia mampu mengusir yang namanya gangguan jin," katanya.

Daun Bidara untuk Ruqyah hingga Memandikan Jenazah

Umumnya, daun bidara ini digunakan dalam proses meruqyah seseorang atau metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit akibat dari ‘ain, sengatan hewan, bisa, sihir, rasa sakit, gila, kerasukan dan gangguan jin.

Tak hanya itu, Ustaz Syams juga menyebutkan jika duan bidara ini sering dipakai oleh Aisyah Radiallahu anha untuk memandikan jenazah hingga keramas.

"Daunnya yang dipakai untuk meruqyah, airnya kadang dipakai untuk mandi kemudian dari Aisya RA dipakai untuk memandikan jenazah dengan beberapa lembar bahkan untuk keramas," papar Ustaz Syams.

Untuk daun bidara sendiri, dikalangan masyarakat sering menggunakan daun bidara untuk meruqyah seseorang.

Namun, lebih lanjut Ustaz Syams menegaskan jika lebih baik di antara kita ialah meruqyah diri sendiri terlebih dahulu.

"Sebaiknya ruqyah ini dilakukan sendiri karena ruqyah itu artinya doa perlindungan. Ada beberapa riwayat menyebutkan sebaiknya ruqyah adalah ruqyah diri sendiri," kata Ustaz Syams.

Disebutkan pula, baginda Rasulullah SAW sering melakukan ruqyah diri sendiri dengan cara mengibaskan tempat tidur, membaca ayat kursi, membaca Tri-qul yakni yakni Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas.

"Adapun ruqyah yang dilakukan baginda Rasulullah SAW seperti mengibaskan tempat tidur kemudian membaca ayat kursi, tri-qul dan membaca Al-fatihah, itulah smeua adalah ruqyah dari Nabi SAW," imbuhnya.

Daun Bidara sebagai Sarana

Lebih lanjut sebut Ustaz Syams, adapaun daun bidara ini digunakan sebagai sarana untuk mengusir jin.

Sebagaimana yang lebih populer di zaman sekarang ini menggunakan bawang berdalih untuk mengusir jin, namun di zaman Rasulullah dahulu, beliau justru menggunakan daun bidara yang dimana telah disebutkan dengan jelas manfaatnya di dalam Al-Qur'an.

"Kalau di Indonesia pakai bawang atau daun bawang, nah Nabi pun pernah melakukan hal yang demikian bahwasannya tentang bahan-bahan makanan yang tidak disukai jin termasuk daun bidara tadi," tutur Ustaz Syams.

"Dipakai untuk mandi untuk membersihkan, karena dulu mungkin belum ditemukan sabun, maka dipakai daun bidara untuk membersihkan kemudian dipakai untuk meruqyah dan daun bidara juga disebutkan di dalam Al Quran dalam surah Al Waqiah," tegasnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Baca juga berita lainnya

Baca juga: Menko Airlangga: PPKM Darurat Tidak Menganggu Sektor Esensial Beroperasi

Baca juga: Komplotan Begal Bacok Polisi di Kudus, Pelaku Rampas Sepeda Motor Milik Korban

Baca juga: Ferry Irawan Sedang Sakit Parah, Alasan Anggi Novia Tak Dampingi Suaminya: Singgung soal Talak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved