Breaking News:

Berita Pidie

Kasus Tambang Emas di Pidie, Enam Warga Dituntut Delapan Bulan Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie menuntut enam penambang emas masing-masing 8 bulan penjara dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri (PN) Sigli

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: M Nur Pakar
For Serambinews.com
Beko yang digunakan enam penambang liar di kawasan pegunungan Geumpang, Pidie 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie menuntut enam penambang emas masing-masing 8 bulan penjara dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Selasa (13/7/2021).

Untuk keenam penambang emas tersebut ditangkap polisi di hutan pegunungan Geumpang, di kawasan pinggiran Alue Saya KM 10, Gampong Keune, Kecamatan Geumpang, Pidie, Selasa (20/4/2020).

Kepala Kajari Pidie, Gembong Priyanto SH MHum, melalui Kasi Pidum, Dahnir SH MH, kepada Serambinews.com, Selasa (13/7/2021) mengatakan enam terdakwa penambang ilegal liar dituntut masing-masing delapan bulan penjara.

Menurutnya, keenam terdakwa disangkakan dengan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Pertambangan Batu Bara, Juncto Pasal 5 ke-5 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dikatakan, keenam terdakwa yang dituntut tersebut adalah Iskandar (34) warga Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang.

Baca juga: 4 Warga Mane, Pidie yang Meninggal Tertimbun Longsor Mencari Emas di Kawasan Hutan Lindung

Kemudian, M Jamil (48) dan Zaman Huri (52), yang keduanya warga Gampong Keune kecamatan sama.

Ketiga terdakwa bertugas mengayak pasir mengandung butir-butir emas di pinggir aliran sungai.

Sehingga ketiga terdakwa dibuat berkas secara terpisah.

Sementara tiga terdakwa lagi, sebut Dahnir, bernama Hendra (46) warga Gampong Ie Rhop Timu, Bireuen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved