Breaking News:

Luar Angkasa

Antariksa Perlu Diamankan, Jerman Resmi Membentuk Komando Militer Luar Angkasa

Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan, ruang angkasa telah menjadi infrastruktur penting yang perlu....

Editor: Eddy Fitriadi
NASA TV / AFP
ILUSTRASI Rekaman video NASA TV ini menunjukkan misi SpaceX Crew-1 NASA di atas SpaceX Crew Dragon saat mendekati Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 16 November 2020. Baru-baru ini Jerman secara resmi mendirikan komando militer luar angkasa. 

SERAMBINEWS.COM - Jerman secara resmi mendirikan komando militer luar angkasa, Selasa (13/7/2021).

Jerman yang merupakan salah satu kekuatan NATO bekerja sama dengan mitra lainnya di aliansi militer tersebut.

Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan, ruang angkasa telah menjadi infrastruktur penting yang perlu diamankan.

Ia menegaskan, menguasai antariksa akan memberikan keuntungan yang signifikan bagi kemampuan militer Jerman.

"Kementerian melihatnya pentingnya ruang angkasa bagi kemakmuran penduduk negara kita, dan meningkatnya ketergantungan angkatan bersenjata pada data, layanan, dan produk yang didukung ruang angkasa," ungkap Kramp-Karrenbauer, seperti dikutip Sputnik News.

Terkait tugas dari komando militer baru bernama Weltraumkommando ini, sang menteri menjelaskan, fokusnya adalah untuk melindungi satelit dari ancaman musuh dan sampah luar angkasa.

Menurut Badan Antariksa Eropa, Uedem telah melacak sekitar 30.000 keping puing orbit dengan diameter 4 inci atau lebih, yang bisa merusak atau menghancurkan satelit jika terkena dampaknya.

Saat ini, Jerman hanya memiliki 6 satelit di orbit Bumi. Berbanding sangat jauh dengan mitranya AS mencapai 1.897 satelit per Januari 2021.

Lonjakan jumlah sampah luar angkasa dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh peningkatan jumlah satelit yang dimasukkan ke orbit. Sejalan dengan itu, kini jumlah satelit mati juga semakin banyak dan berpotensi menjadi tumpukan sampah baru.

Mengutip data yang diperoleh Reuters, saat ini ada sekitar 5.000 satelit aktif dan 3.400 satelit mati yang mengorbit Bumi. Jumlahnya berlipat ganda dalam dua tahun terakhir.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved