Breaking News:

Berita Abdya

Petani Abdya Kewalahan Hadapi Kawanan Hama Burung Pipit, Orang-orangan Sawah tak Mempan Usir Burung

Iftar mengaku, harus susah payah bersama istrinya mengusir hama burung pipit yang secara bergerombolan memakan bulir padinya. 

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Saifullah
FOTO: SERAMBINEWS/ZAINUN YUSUF
Petani di areal persawahan Cot Seutui Desa Keude Siblah, Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), harus menjaga tanaman padi yang mulai berisi. Penjagaan dilakukan dari pagi hingga menjelang malam untuk mencegah serangan hama burung pipit yang mengganas. Foto direkam Minggu (15/11/2020). 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEW.COM, BLANGPIDIE - Sejak sepekan terakhir, para petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) merasa kewalahan dalam menghadapi kawanan hama burung pipit yang menyerang tanaman padi mereka yang sudah mulai menguning.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang petani di gampong Keude Paya, Blangpidie, Abdya, Iftar kepada wartawan, Kamis (15/7/2021).

“Hama burung ini benar-benar membuat kami petani kewalahan. Kami usir di sini, burungnya terbang ke tempat lain. Diusir dari sana terbangnya ke sini," keluh Iftar.

Iftar mengaku, harus susah payah bersama istrinya mengusir hama burung pipit yang secara bergerombolan memakan bulir padinya. 

Menurut dia, serangan hama burung dimulai pagi hingga pukul 10.00 WIB. Kemudian pukul 15.00 WIB hingga matahari tenggelam.

"Kalau siang hari saat cuacanya panas, hama burung tidak ada. Hama burung mengganggu tanaman padi ketika cuaca mulai dingin," tukas Iftar.

Baca juga: Hama Burung Gasak Tanaman Padi, Petani Bertahan di Sawah Hingga Menjelang Malam

Baca juga: Pidie Basmi Hama dengan Pengasapan Serentak

Baca juga: VIDEO Hama Tupai Meresahkan Petani, Puluhan Penembak Didatangkan ke Aceh Utara

Sebagai upaya mengusir burung, terangnya, ia telah memasang orang-orangan sawah yang bisa menimbulkan bunyi-bunyian disusun paralel dengan menggunakan tali dibentangkan ke lahan sawah.

“Bahkan kami juga telah berupaya memasang kertas warna-warni, tetapi tidak juga membuat hama burung takut,” ungkapnya.

Petani lain, Faisal menambahkan, upaya tersebut belum membuahkan hasil, sehingga petani terpaksa ke sawah menjaga dan mengusir sendiri hama burung dengan cara tradisional.  

Ia berharap, ada inovasi dari penyuluh dan dinas pertanian tentang cara efektif mengusir burung itu, sehingga pihaknya tidak kewalahan saat gerombolan burung pipit datang.

“Karena jika dibiarkan, maka hasil produksi saat dipanen nanti akan berkurang,” tutupnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved