Breaking News:

Berita Pidie Jaya

Sedapnya Mi Caluek di Lapangan Kota Meureudu, Saban Hari Terjual Hingga 25 Kg

Mie caluek ini dijual dengan harga hanya Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per porsi yang disajikan dalam  mangkok.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Busra Usman (tengah) melayani pembeli dengan mengemas mie caluek dalam mangkuk, Kamis (15/7/2021) 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya 

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Busra Usman (60) warga Gampong Dayah Kleeng Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya (Pijay) bersama enam rekan kerjanya terpaksa mondar- mandir melayani 'Tamu (Pembeli) setia yang menyambangi tempat usaha Mie Caluek Lapangan Kota Meureudu,  Pijay yang berada persis ditengah pusat ibu Kota.

Tamu yang datang untuk mencicipi racikan kuliner lokal ini (Mie Caleuk Lapangan Kota Meureudu)  itu tidak hanya datang dari penduduk lokal. Akan tetapi dalam tujuh tahun terakhir Mie Caleuk ini telah menebar 'Aroma' dil idah masyarakat Kabupaten/Kota lainnya.

Yaitu mulai warga Pidie dan  Bireun selaku tetangga Kabupaten. Namun warga Banda Aceh hingga Aceh Utara tak luput transit secara bersahaja mennikmati  sedapnya Mie Caluek Lapangan Kota Meureudu itu. 

Harganya pun sangat terjangkau.  Hanya Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per porsi yang disajikan dalam  mangkok untuk siap santap di lokasi atau bungkusan kertas dan daun pisang untuk dibawa pulang sebagai 'Buah Tangan'. 

"Awalnya usaha Mie Caleuk ini saya lakoni bersama istri tercinta saya sejak tahun 2000 lalu dengan lokasi   SDN 1 Kota Meuruedu dan selang tiga tahun kemudian, 2003  saya terpaksa pindah ke Lapangan Kota Meureudu  untuk melanyani pelanggan terutama bagi  para penggemar dan sekaligus pemain bolakaki serta masyarakat secara umum,"sebut Busra Usman kepada Serambinews.com,  Kamis (15/7/2021) petang seraya mengemas porsi Mie Caleuk pesanan pelanggan. 

Menurut ayah tiga anak, usahanya saat ini terus menjadi 'Incaran'  para pembeli. Diakuinya, saban hari ia mampu menghabiskan bahan baku Mie Lidi itu 25 Kg dengan omset pendapatan Rp 1 juta lebih.

Setiap hari, para pekerja langsung dibayar secara tunai Rp 40.000 perorangan. Durasi jam kerja selama tiga jam,  yaitu mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Baca juga: VIDEO - TNI AL Kerahkan Kapal Perang dan Pesawat Di Perairan Selat Malaka, Ada Apa ?

Baca juga: Wanita yang Ngaku Hamil Saat Dipukul Satpol PP Ungkap Kondisi Perutnya: Kadang Besar Sebentar Kempes

Baca juga: Terpidana Serahkan Rp 50 Juta Uang Denda

Seiring perjalanan waktu, Busra tetap eksis mempertahankan racikan bumbu 'Rahasia Perusahaanya'  itu dari sejak awal usaha dalam menghidupi nafkah bagi buah hatinya dan keluarga serta kerabat.

"Dulu, ditahan 2000 rata-rata jualan Mie Caleuk ini hanya laku 3 Kg saja namun dengan keteguhan dan komitmen tinggi pada cita rasa bumbu kuah yang khas menjadikan peminat Mie Caleuk ini semakin tumbuh pesat,"ujarnya.

Selain itu juga, dalam setiap bisnis ekonomi Busra tetap mengedepankan pelayanan prima bagi siapapun yang datang mennikmati Mie Caleuk yang murah dan meriah ini. Hanya dalam tempo durasi waktu satu sampai 2 menit pesanan langsung tiba di meja makan.

"Layanan prima menjadi andalan dalam menjaga Konsumen dan ini musti dipertahankan kapanpun dalam merebut 'Hati' pennikmat, "tuturnya dengan penuh senyum.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved