Breaking News:

Kajian Islam

Hukum Amanahkan Uang Kurban pada Lembaga Online, Berikut Penjelasan Buya Yahya

Hari Raya Idul Adha selalu berkaitan dengan hewan kurban, pun ada aturan tersendiri bagi seseorang yang ingin berkurban. 

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Amirullah
FACEBOOK/BUYA YAHYA
Buya Yahya 

SERAMBINEWS.COM - Hari Raya Idul Adha selalu berkaitan dengan hewan kurban, pun ada aturan tersendiri bagi seseorang yang ingin berkurban. 

Lalu, bagaimana hukumnya apabila seorang Muslim berkurban tapi tidak bisa keluar rumah karena adanya pembatasan aktivitas karena Covid-19 saat ini? apakah mengamanahkannya pada lembaga online yang mengurus daging kurban, apakah sah? 

Pertanyaan seperti ini ditanyakan oleh sebagian besar orang, apalagi kondisi saat ini harus dikurangi aktivitas di luar rumah.

Seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya, mengenai hukum membayar kurban kepada lembaga online dan daging tersebut dibagikan ke lokasi yang jauh dari tempat orang yang berkurban. 

Pertanyaan sekalian penjelasan tersebut diterangkan Buya Yahya melalui Instagram @buyayahya_albahjah, Rabu (14/7/2021). 

"Bagaimana Hukum Berkurban Melalui Lembaga Online ? - Buya Yahya Menjawab

Sekarang banyak lembaga atau tim yang menyediakan jasa penyedia, penyembelih sekaligus pendistribusi hewan qurban, Bagaimana hukumnya jika kita berkurban dengan jasa lembaga tersebut ? karena terkadang penyembelihan qurban berada jauh dari tempat orang yang berkurban," tulis pada postingan. 

Baca juga: Bolehkah Saham Jadi Mahar Pernikahan? Ini Penjelasan Buya Yahya

Hukumnya Boleh 

Pada video, Buya menerangkan bahwa boleh menitipkan biaya berkurban kepada lembaga yang menanggani kurban, meskipun berada di tempat lain, karena hukumnya sah. 

Dengan catatan, lembaga kurban tersebut mengerti terkait fiqh kurban, bukan mereka yang tidak mengerti terkait kurban dan membuka diri untuk orang lain menitipkan biaya kurban. 

"Hukumnya boleh menitipkan biaya kurban kepada lembaga yang menanggani kurban dan di tempat lain, adalah sah, asalkan lembaga tersebut mengerti terkait fiqih kurban," sebut Buya. 

"Fiqih kurban yakni lembaga tersebut paham kapan harus menyembelih maupun membagikan daging kurban, jangan menyembelih lebih dari tiga hari setelah Idul Adha, karena hukumnya sudah tidak sah," tutup Buya. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

TERKAIT

Baca juga: BERITA POPULER- Suami Talak Istri Usai Ijab Kabul, Gadis Dijual Ibu Kandung hingga Migrasi Siaran TV

Baca juga: BERITA POPULER - Pulang ke Aceh karena Wasiat, Kawanan Ikan Kuwe, hingga Syarat Masuk Banda Aceh

Baca juga: BERITA POPULER - Hafiz 30 Juz Dilantik Jadi Anggota Polri hingga Formasi CPNS & PPPK di Banda Aceh

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved