Breaking News:

Berita Banda Aceh

Pemegang Saham Usulkan Penyegaran Para Direksi Bank Aceh Syariah

Para pemegang saham juga mengusulkan agar pengajuan pembiayaan/kredit tidak hanya terfokus dikantor pusat.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali menyambut Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim MAP, Bupati Gayo Lues M Amru dan Bupati lainnya pada acara Pra dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Aceh Syariah yang digelar di Kota Jantho, Aceh Besar, para Bupati/Wali Kota Se- Aceh mulai berdatangan di Pendopo Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Senin (28/6/2021). 

Laporan Muhammad Nasir | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Para pemegang saham yaitu bupati/wali kota se-Aceh mengusulkan supaya Bank Aceh Syariah melakukan penyegaran para direksinya, supaya dapat meningkatkan kinerja.

Usulan itu disampaikan oleh para pemegang saham dalam RUPS Luar Biasa dua hari lalu.

Salah satu pemegang saham, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengatakan, Bank Aceh Syariah sudah mengelar RUPS dan RUPS luar biasa dalam dua waktu terpisah. 

Dalam rapat pemegang saham itu, para bupati/wali kota menyampaikan sejumlah usulan kepada pihak Manajemen Bank Aceh Syariah.

Dalam RUPS Luar Biasa para pemegang saham menerima pengunduran diri Komisaris Utama Bank Aceh Syariah, Bustami. Serta mengusulkan Sekda Aceh dr Taqwallah sebagai calon komisaris utama. 

Dalam rapat pemegang saham RUPS Luar Biasa itu, para pemegang saham mengusulkan supaya Bank Aceh Syariah melakukan penyegaran jajaran direksi.

Baca juga: Lifter Putri Aceh Nurul Akmal Bikin Kejutan, Terseok di Posisi 14 Dunia, Akhirnya Lolos ke Olimpiade

Baca juga: Wali Kota Bantu Pelaku UMKM Kota Banda Aceh

Baca juga: Perpanjangan PPKM Darurat Diumumkan Sore Ini, Pergerakan Masyarakat akan Diperketat

Selain itu, para bupati/wali kota meminta bank milik daerah itu meningkatkan kuota kredit produktif, yaitu harus mencapai 20 persen. 

Selanjutnya pemegang saham juga mengusulkan agar pengajuan pembiayaan/kredit tidak hanya terfokus dikantor pusat.

Namun untuk kredit dibawah Rp 5 miliar supaya dapat diproses melalui kantor cabang masing-masing kabupaten/kota. 

Sehingga lebih memudahkan masyarakat yang ingin mengajukan pembiayaan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved