Breaking News:

PKS Minta Luhut Jujur Soal Kasus Covid-19: Jangan Asal Buat Presiden Senang

Sukamta mengatakan, Luhut selaku Koordinator PPKM darurat Jawa-Bali harusnya bisa bersikap jujur soal kondisi pandemi Covid-19.

Editor: Amirullah
via Tribunnews.com
Menko Marinves Luhut Pandjaitan dalam konferensi persnya secara virtual, Selasa (6/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia.

Setiap hari kasus baru terdeteksi.

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta menyindir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sukamta mengatakan, Luhut selaku Koordinator PPKM darurat Jawa-Bali harusnya bisa bersikap jujur soal kondisi pandemi Covid-19.

Menurutnya, Luhut harusnya membuat laporan sesuai fakta di lapangan.

Lebih lanjut Sukamta mengatakan, Luhut pun harus jujur mengenai keadaan covid-19 di Lapangan kepada Presiden Jokowi.

"Koordinator PPKM Darurat Jawa Bali harus jujur menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo mengenai kondisi sesungguhnya di lapangan. Jangan membuat laporan yang isinya agar presiden senang. Padahal kondisi Indonesia tidak baik-baik saja," kata Sukamta dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Baca juga: Janji Pemimpin APEC Perangi Pandemi Global, Perluas Pembagian dan Pembuatan Vaksin Covid-19

Akibatnya, banyak masyarakat yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah atau terlambat ditangani oleh rumah sakit.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi terkait persiapan vaksinasi covid secara virtual di Kantornya, Jakarta, Rabu (30/9/2020).(Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi)
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi terkait persiapan vaksinasi covid secara virtual di Kantornya, Jakarta, Rabu (30/9/2020).(Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi) (Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi)

Rumah sakit yang ada pun berada dalam kondisi kritis karena ruang intensive care unit (ICU) yang tidak mencukupi, kekurangan pasokan oksigen, serta tenaga kesehatannya terabatas.

"Lebih baik langkah-langkah penanganan secara strategis bukan seremonial. Langkah yang bisa dilakukan mulai dari penyiapan fasilitas kesehatan, optimalisasi nakes serta percepatan vaksinasi," kata Sukamta, dikutip dari Kompas.com.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved