Feature
Menggantung Asa dari Arena Vaksinasi Massal Covid-19
Provinsi Aceh mencatat jumlah kasus positif covid-19 mencapai 20.881 orang per 17 Juli 2021. Sedangkan jumlah penderita yang sedang dirawat
Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ruangan luas dan terhampar itu dipenuhi para lelaki dan wanita. Sebagain besar mereka adalah kelompok paruh baya, dan anak muda.
Sejak pagi mereka datang dan memilih duduk di kursi, mengantre. Raut wajah penuh kesabaran terpancar dari setiap mereka yang menanti giliran.
Heriadi (20), satu di antara lelaki yang mengantre itu menyingsing lengan bajunya. Ia berhadapan dengan seorang wanita yang di tangannya telah memegang jarum suntik.
Matanya menatap ke depan, sesaat jarum suntik itu menembus kulit lengannya. Itulah momen saat Heriadi mendapat suntikan vaksin covid-19 yang kini ramai diburu.
Pandemi covid-19 telah membuat para lelaki dan wanita seusia Heriadi memburu vaksin covid-19 untuk melindungi diri dari kemungkinan terpapar virus covid-19 yang kini semakin meluas mewabah di seantero negeri.
• Hari Ini di Indonesia Bertambah 51.952 Kasus Covid-19, Total menjadi 2.832.755 Kasus Positif Corona
Provinsi Aceh mencatat jumlah kasus positif covid-19 mencapai 20.881 orang per 17 Juli 2021. Sedangkan jumlah penderita yang sedang dirawat sebanyak 3.905 orang, dan 914 orang meninggal.
“Ini vaksin yang pertama saya, dan masih akan menunggu untuk jadwal yang kedua,” kata Heriadi, peserta vaksinasi massal yang digelar Pemerintah Aceh di Gedung Banda Aceh Convention Hall, Sabtu (18/7/2021).
Selain lelaki ini, pada hari itu ada 1.612 orang berbagai usia telah menerima suntikan vaksin. Hingga Sabtu (18/7/2021) tercatat 43.198 orang telah divaksin dalam dua tahapan vaksinasi massal di Banda Aceh Convention Hall.
• Rasakan Virus Corona di Tubuhnya, Pasien Ini Minta Warga Mau Divaksinasi Covid-19
Rinciannya 1.230 orang disuntik vaksin dosis 1, dan 382 orang disuntik vaksin dosis 2.
Sementara 27 lainnya ditunda disuntik vaksin dosis pertama dan satu lainnya ditunda untuk dosis kedua setelah tak memenuhi syarat skrining oleh tim.
Program vaksinasi mulai dijalankan pemerintah sebagai salah upaya untuk memutus rantai penyebaran infeksi virus corona dan menekan angka kasus covid-19 yang masih terus meningkat.
Penyuntikan vaksin yang merupakan zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit akan dilakukan pemerintah kepada 181 juta penduduk Indonesia, untuk mencapai target kekebalan kelompok (herd immunity) demi memutus mata rantai pandemi covid-19 yang merenggut nyawa 71.397 orang dan menginfeksi 2,78 juta penduduk.
"Dari 269 juta masyarakat Indonesia, kalau kita mau mengejar herd immunity usia di atas 18 tahun ada 188 juta,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/12/2020).
• Arie Keriting Terpapar Virus Corona Begini Kondisi Komedian Ini
“Dari 188 juta ini kalau kita keluarkan yang memiliki komorbid berat, kalau kita keluarkan yang pernah covid-19, kita keluarkan ibu hamil, dan kita keluarkan yang menjadi ekslusi, yang jadi target vaksinasi adalah 181 juta rakyat,” tutur Budi.
Dari target tersebut, pemerintah memperikirakan satu orang membutuhkan dua dosis vaksin Covid-19.
Selain itu dengan memperhitungkan cadangan sebanyak 15 persen, maka total vaksin yang dibutuhkan pemerintah sebanyak 426 juta dosis.
“Ini adalah jumlah yang sangat besar, untuk itu pemerintah sudah berusaha keras untuk memastikan kita bisa mengamankan jumlah ini,” ucap Budi.
Sementara di Aceh, hingga 9 Juli masyarakat yang sudah tervaksin dosis pertama 490.407 orang dan vaksin dosis kedua 180.791.
Jumlahnya akan terus bertambah lewat program vaksinasi massal untuk memenuhi target vaksinasi Aceh sebesar 4.125.417 jiwa.
Pemerintah Aceh mengatakan vaksinasi Covid-19 tidak berbahaya, namun diakui masih ada keraguan sebagian masyarakat untuk divaksin.
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk H Faisal Ali kembali mengajak masyarakat Aceh untuk proaktif berpartisipasi dalam program vaksinasi covid-19.
Menurutnya, vaksinasi penting untuk membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity agar terhindar dari paparan virus covid-19 yang lebih parah.
“Para pakar mengatakan, agar kehidupan kita terbebas dari covid-19 dan kembali beraktivitas seperti dulu, misalnya berhaji dan umrah, akan kita dapatkan bila jumlah vaksinasi telah mencapai target herd immunity,” kata Tgk Faisal dalam keterangannya di Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Selasa (6/7/2021).
Tgk Faisal mencontohkan kondisi terkini di beberapa negara di Eropa yang sudah mengizinkan warganya beraktivitas seperti dulu.
Kebijakan tersebut dapat terjadi karena capaian vaksinasi di negara-negara itu melebihi target herd immunity.
“Kalau kita ingin bebas kembali melakukan aktivitas seperti biasa, maka program vaksinasi dari pemerintah ini harus kita dukung dengan juga ikut berpartisipasi menerima vaksin,” kata Tgk Faisal.
Pimpinan dayah yang akrab disapa Lem Faisal itu menegaskan, vaksin Sinovac yang saat ini digunakan di Aceh sudah terbukti halal dan suci berdasarkan kajian dari BPOM dan MUI.
Karena itu, ia meminta masyarakat tak perlu takut dan ragu. Ia meminta masyarakat agar tidak mudah termakan oleh kabar bohong seputar vaksin.
Pemerintah, katanya, bertanggung jawab atas program vaksinasi covid-19. Program tersebut semata-mata untuk menyelamatkan warganya dari ganasnya penyebaran virus corona.
“Insya Allah usaha kita ini akan mendapat pertolongan Allah dan kita terbebas dari cengkeraman covid-19 dan hidup seperti dulu, terutama aktivitas keagamaan bisa kembali seperti dulu lagi,” tuturnya.
Meskipun masih ada sikap keragu-raguaan masyarakat untuk mendapat suntik vaksin, namun tak dipungkiri masih banyak pula yang menggantung asa mereka agar dapat divaksin.
Hal ini semata untuk menjaga dan melindungi diri dan orang lain dari ganasnya paparan virus corona. Tingginya animo masyarakat ini disambut baik pemerintah yang memperpanjang jadwal vaksinasi massal covid-19 hingga 31 Juli 2021.
“Melihat antusiasme masyarakat kian tinggi, Bapak Gubernur melalui Bapak Sekda menugaskan tim vaksinator untuk terus melanjutkan pelayanan vaksinasi bagi masyarakat Aceh.
Jadwal untuk sementara itu diperpanjang hingga tanggal 31 Juli 2021,” kata Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh Muhammad Iswanto dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa (13/7/2021).
Seharusnya per 13 Juli lalu, jadwal vaksinasi massal tahap kedua telah berakhir.
Namun dalam sepekan terakhir, antusiasme masyarakat terlihat semakin tinggi.
Karenanya Pemerintah Aceh kemudian memutuskan untuk melanjutkan vaksinasi massal demi terlayaninya seluruh masyarakat Aceh.
“Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar kita bersama memutus mata rantai covid-19 di Aceh,” katanya.
Iswanto mengajak seluruh masyarakat yang hendak mengikuti vaksinasi, untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Panitia kegiatan, kata Iswanto, telah menyusun kursi secara rapi dan teratur.
Semuanya diharapkan dapat menggunakannya dengan baik tanpa harus mengantre dengan berdesak-desakan.
“Mohon jaga protokol kesehatan dengan baik. Semuanya tolong tetap menjaga jarak dan jangan melepaskan masker saat mengantre untuk divaksin,” kata Iswanto.
Sementara itu Pemerintah Aceh memastikan stok vaksin cukup untuk seluruh masyarakat Aceh.
“Kita akan terus bekerja sampai seluruh warga negara terutama yang di Aceh selesai divaksin. Atas arahan pak Gubernur melalui bapak Sekda, vaksinasi ini terjadwal waktunya tapi tidak berhenti sampai seluruh masyarakat divaksin,” kata Asisten III Sekda Aceh Iskandar AP, saat meninjau vaksinasi massal yang digelar di Gedung Banda Aceh Convention Hall, Senin 12 Juli 2021.
Pemerintah Aceh berkomitmen akan tetap membuka lokasi vaksinasi covid-19, sampai orang terakhir selesai divaksin dosis dua. Untuk memudahkan masyarakat, pemerintah juga membuat sebuah aplikasi https://regvaksin.acehprov.go.id/ sehingga masyarakat yang akan mengikuti vaksin dapat melakukan registrasi di aplikasi itu.
Nantinya, usai divaksin dosis pertama, secara otomatis mereka akan dikabarkan jadwal suntik dosis dua.
“Tentu yang hari ini divaksin, kalau saya tidak salah dalam 28 hari ke depan mereka harus kembali untuk disuntik vaksin dosis 2. Itu kan kewajiban kita,” kata Iskandar.
Kebijakan pemerintah yang memperpanjang masa vaksinasi massal ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Dalam beberapa pekan terakhir masyarakat antusias mendatangi beberapa tempat vaksinasi, termasuk di Gedung Banda Aceh Convention Hall yang menjadi pusat vaksinasi massal Pemerintah Aceh.
Supriadi misalnya. Dengan keyakinan hati ia berusaha mendapat suntikan vaksin meskipun harus rela mengantre.
"Ini bagian dari ikhtiar kita untuk melindungi diri dan orang lain di tengah pandemi covid-19," tutur mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Banda Aceh itu.
Niat dan ikhtiar Supriadi memang patut diapresiasi di tengah wabah pandemi covid-19 yang tak tahu kapan berakhirnya.
"Semoga saja wabah ini segera berakhir dan kita bisa kembali pada kehidupan yang normal," ujarnya.(*)
Baca juga: Begini 10 Tips Mudah Menurunkan Berat Badan tanpa Berolahraga
Baca juga: Belum Ajal, Dua Wanita Jatuh dari Ayunan Tebing Ketinggian 6300 Kaki Karena Tali Putus
Baca juga: Tips Awet Muda dan Sehat di Usia 30-an, Ini 8 Tips Sederhana yang Harus Kamu Lakukan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/vaksinasi-massal-di-gedung-banda-aceh-convention-hall-di-banda-aceh.jpg)