Rabu, 8 April 2026

Internasional

Arab Saudi Ganti Kiswah Penutup Ka'bah, Ini Sejarahnya

Tim spesialis Kompleks Raja Abdul Aziz untuk Kiswah, Ka'bah, Senin (19/7/210) membongkar kiswah lama dan memasang yang baru.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Petugas mengangkut kain Kiswah untuk menggantikan kain lama Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Senin (19/7/2021) malam. 

SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Tim spesialis Kompleks Raja Abdul Aziz untuk Kiswah, Ka'bah, Senin (19/7/210) membongkar kiswah lama dan memasang yang baru.

Kiswah, atau Kiswat Al-Kaabah yang berarti "selubung" dalam bahasa Arab merupakan kain yang menutupi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah.

Dilansir ArabNews, setiap tahun, pada hari kesembilan bulan Zulhijjah, hari para jamaah berangkat ke dataran Padang Arafah selama haji, Ka'bah dibalut dengan kiswah baru.

Yang lama dipotong-potong dan diberikan kepada pejabat dan organisasi Muslim asing yang berkunjung.

Kiswah terdiri dari 47 lembar kain.

Masing-masing bagian memiliki panjang 14 meter dan lebar 101 sentimeter.

Baca juga: Warga Arab Saudi Sambut Program Liburan Musim Panas, 500 Objek Wisata Telah Dipersiapkan

Kiswah dililitkan di sekitar Ka'bah dan dipasang pada dasarnya dengan cincin tembaga.

Itu terbuat dari tekstil sutra hitam dengan tulisan yang disulam dengan kawat emas dan perak.

Prasasti ini termasuk ayat-ayat dari Al-Qur'an dan permohonan kepada Allah.

Biaya pembuatan kiswa sekitar SR17 juta.

Seluruh penutup memiliki panjang 658 meter persegi dan terdiri dari 670 kg sutra murni.

Termasuk 150 kg emas dan perak murni dalam benang yang digunakan untuk bordir.

Baca juga: Arab Saudi Larang Shalat Jumat di Masjidil Haram, Izin Berikutnya 24 Juli 2021

Menurut cerita rakyat Arab, tradisi mengalungkan ka'bah kembali ke 390-420 M.

Ketika raja Kerajaan Himyarite di Yaman, Raja Tuba Abu Karab As'ad, memerintahkan kain untuk menutupi Ka'bah untuk pertama kalinya, selama pemerintahan suku Jurhum di Mekkah.

Tradisi itu berlangsung selama berabad-abad, termasuk pada masa pemerintahan Nabi Muhammad.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved