Sabtu, 25 April 2026

Internasional

Krisis Air Landa Provinsi Khuzestan, Kerusuhan Pecah, Tiga Orang Tewas Ditembak

Krisis air yang melanda Provinsi Khuzestan, Iran telah memicu pecahnya kerusuhan dalam sepekan terakhir ini.

Editor: M Nur Pakar
IRNA
Kobaran api membumbung tinggi saat kerusuhan pecah di Provinsi Khuzestan, Iran, Rabu (21/7/2021) malam. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Krisis air yang melanda Provinsi Khuzestan, Iran telah memicu pecahnya kerusuhan dalam sepekan terakhir ini.

Sedikitnya tiga orang tewas ditembak, salah satunya seorang polisi.

Petugas polisi tewas di kota pelabuhan Mahshahr selama apa yang digambarkan oleh gubernur daerah Fereydoun Bandari sebagai akibat kerusuhan.

Di Izeh, gubernur setempat Hassan Nobovati mengatakan seorang anak muda ditembak mati oleh perusuh dan 14 petugas polisi terluka.

Pihak berwenang di kota Shadegan mengatakan seorang pengunjuk rasa telah ditembak mati oleh para oportunis dan perusuh.

“Rakyat Khuzestan melakukan protes malam, protes yang telah bernanah selama bertahun-tahun,” kata surat kabar reformis Arman-e Melli, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: AS Nilai Iran Keterlaluan, Sebut Pertukaran Tahanan dan Nuklir Akan Segera Disepakati

Video yang diposting online menunjukkan protes di Ahvaz, Hamidiyeh, Izeh, Mahshahr, Shadegan dan Susangerd, dengan pasukan keamanan membubarkan pengunjuk rasa dengan kekerasan.

Video-video itu menunjukkan ratusan orang berbaris, meneriakkan slogan-slogan anti-rezim, sambil dikelilingi oleh polisi anti huru hara. Di beberapa, ada suara tembakan.

Surat kabar reformis Etemad mengatakan tagar "Saya haus" dalam bahasa Arab menjadi tren di media sosial untuk menarik perhatian pada penderitaan Khuzestan.

Khuzestan adalah rumah bagi minoritas Arab Sunni yang besar, yang sering mengeluhkan marginalisasi.

Pada tahun 2019, provinsi ini menjadi hotspot protes anti-pemerintah yang juga mengguncang daerah lain di Iran.

“Ada tanda-tanda protes dan kerusuhan di provinsi itu sejak lama, tetapi para pejabat, seperti biasa, menunggu sampai menit terakhir untuk mengatasinya,” kata Etemad.

Baca juga: Jaksa AS Dakwa Empat Warga Iran, Rencanakan Penculikan Jurnalis Wanita The New York Times

Rezim di Teheran mengirim delegasi wakil menteri ke Khuzestan pekan lalu untuk mengatasi kekurangan air.

Pada Rabu (21/7/2021), TV pemerintah menunjukkan antrean panjang truk air yang dikatakan berasal dari Korps Pengawal Revolusi Islam, sehari setelah truk tentara melakukan hal yang sama.

Selama bertahun-tahun, gelombang panas musim panas yang terik dan badai pasir musiman telah mengeringkan dataran Khuzestan yang dulu subur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved