Breaking News:

Internasional

Sejarah Perjalanan Haji dari Darat, Konvoi Unta, Kuda dan Keledai Sampai Kendaraan Canggih

Sebelum ditemukan mobil, bus, dan moda transportasi massal modern lainnya, peziarah yang melakukan haji tempo dulu hanya mengandalkan konvoi unta, kud

Editor: M Nur Pakar
Wikimedia commons
Satu kafilah unta bepergian ke Mekkah, Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun 1910. 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Sebelum ditemukan mobil, bus, dan moda transportasi massal modern lainnya, peziarah yang melakukan haji tempo dulu hanya mengandalkan konvoi unta, kuda, dan keledai.

Mereka melakukan perjalanan ke kota suci Mekkah dan Madinah melewati medan berat yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Bahkan ketika alat transportasi berevolusi dari hewan beban menjadi kendaraan roda empat, dari menunggang kuda menjadi tenaga kuda.

Namun, generasi yang lebih tua masih mengingat ziarah yang melelahkan.

Bahkan, masih memiliki resonansi spiritual yang jauh lebih kuat daripada perjalanan yang relatif nyaman saat ini.

“Almarhum orang tua saya melakukan haji dengan karavan kereta, unta dan bagal sepanjang jalan dari Gaza ke Mekkah,” kata Fadhel Mahmoud, seorang warga Jeddah berusia 76 tahun.

Dia mengatakan setelah kembali ke rumah, mereka mengorbankan unta, dan membagikan dagingnya kepada yang membutuhkan, khususnya warga miskin.

Mahmoud mengingat pengalaman haji pertamanya pada tahun 1968, tiba di apa yang disebut Kota Tenda di lembah Mina, tenggara Mekkah.

“Lima puluh empat tahun yang lalu, saudara-saudara saya dan saya pergi menunaikan haji dengan mobil pikap dan kami berkemah di tenda dan berdoa bersama Syekh Mahmoud Khalil Al-Hussary," ujarnya.

Al-Hussary merupakan seorang Qari Mesir dan penghafal Al-Qur'an yang diakui secara luas karena keakuratannya. bacaan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved