Internasional
Sejarah Perjalanan Haji dari Darat, Konvoi Unta, Kuda dan Keledai Sampai Kendaraan Canggih
Sebelum ditemukan mobil, bus, dan moda transportasi massal modern lainnya, peziarah yang melakukan haji tempo dulu hanya mengandalkan konvoi unta, kud
Sehingga, memungkinkan para pejabat memantau dan mengurangi area kemacetan.
Untuk mencegah jAmaah menjadi terlalu besar, terutama mengingat ancaman desak-desakan dan kebutuhan untuk menjaga jarak sosial virus Corona, para pejabat mengarahkan jamaah berkumpul di empat pintu masuk utama.
Al-Taneem, Al-Sharai, pos pemeriksaan Kor dan Al -Shumaisi zona keamanan.
Bertahun-tahun pengujian lokasi dan survei topografi yang cermat telah dilakukan dalam penataan ulang perkotaan yang luas ini.
Bersama dengan pengumpulan data yang ekstensif dan kuesioner publik untuk membantu menentukan area dengan permintaan tinggi, kemungkinan titik tekanan, dan di mana ada ruang untuk perbaikan.
Secara khusus, para peneliti telah memeriksa permintaan layanan saat ini dan masa depan antara Mahbas Al-Jinn, Kudai dan Masjidil Haram.
Baca juga: Arab Saudi Larang Warga Tanpa Vaksin Covid-19 ke Tempat Umum Mulai 1 Agusus 2021
Kelayakan ekonomi dan lingkungan dari berbagai moda transportasi, dan kemungkinan dampak lalu lintas yang lebih besar pada kualitas layanan yang ditawarkan.
Survei serupa juga telah dilakukan di Madinah untuk meningkatkan infrastruktur transportasi.
Kesulitan jalan ke Mekkah dan Madinah, serta fasilitas yang ditawarkan ketika peziarah tiba dari pelosok dunia Islam yang jauh, telah berkurang selama berabad-abad.
Namun, ada cara untuk sampai ke sana telah berubah tanpa bisa dikenali.
Namun demikian, kerinduan spiritual yang sama yang membawa para peziarah awal melintasi lautan, gurun dan benua tetap ada hingga hari ini dan tumbuh setiap tahun.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/konvoi-unta-jamaah-haji-tempo-dulu-ke-arab-saudi.jpg)