Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Ayatollah Ali Khamenei Pahami Kemarahan Warga Atas Krisis Air di Khuzestan

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Jumat (23/7/2021) mengaku memahami kemarahan pengunjuk rasa atas kekeringan di baratdaya negara itu.

Editor: M Nur Pakar
AP
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berbicara dalam sebuah pertemuan di Teheran, Iran pada Jumat (23/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Jumat (23/7/2021) mengaku memahami kemarahan pengunjuk rasa atas kekeringan di baratdaya negara itu.

Saat bersamaan dilaporkan, empat orang kembali tewas terkait dengan demonstrasi yang sedang berlangsung di sana.

Pernyataan itu, yang dilaporkan oleh televisi pemerintah, merupakan komentar langsung pertama sejak protes itu dimulai di wilayah Khuzestan seminggu yang lalu.

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan seorang pria tewas oleh tembakan senapan dalam kekerasan jalanan di kota terdekat Aligoudarz.

Menurut polisi dilakukan oleh elemen kontra-revolusioner.

“Orang-orang menunjukkan ketidakpuasan mereka, tetapi kami tidak dapat memiliki keluhan karena masalah air di iklim panas Khuzestan bukanlah masalah kecil,” kata Khamenei

Baca juga: AS Nilai Iran Keterlaluan, Sebut Pertukaran Tahanan dan Nuklir Akan Segera Disepakati

Dia menuduh musuh Iran mencoba mengeksploitasi situasi.

Dia memuji orang-orang di kawasan itu atas kesetiaan dan upaya mereka selama perang yang menghancurkan melawan Irak di tahun 1980-an.

Dia menambahkan rakyat seharusnya tidak menghadapi masalah lagi.

Protes telah terjadi di banyak kota dan kota kecil di Khuzestan, menurut kelompok Aktivis Hak Asasi Manusia di Iran.

Pasukan keamanan telah menembakkan gas air mata dan meriam air, dan bentrok dengan demonstran, tambah kelompok itu.

Pada Jumat (23/7/2021), Amnesty International mengatakan pasukan keamanan telah menggunakan peluru tajam selama protes, dan mendesak mereka untuk tidak melakukannya.

"Menggunakan peluru tajam terhadap pengunjuk rasa yang tidak bersenjata yang tidak mengancam nyawa adalah hal yang mengerikan," kata dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Krisis Air Landa Provinsi Khuzestan, Kerusuhan Pecah, Tiga Orang Tewas Ditembak

Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan seorang perwira polisi dan dua warga sipil telah tewas di tengah protes.

Hal itu ditunjukkan melalui sebuah video online yang diduga menunjukkan demonstran membawa senjata api.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved