Kamis, 7 Mei 2026

Olimpiade Tokyo

Ini Rahasia Cabor Angkat Besi Sukses Pertahankan Tradisi Medali Olimpiade Selama 21 Tahun

Dirja mengatakan, persiapan tim angkat besi Tanah Air sudah dimulai dari pembinaan Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) sejak usia dini.

Tayang:
Editor: Saifullah
(NOC INDONESIA)
Lifter Indonesia, Windy Cantika Aisah berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia yakni perunggu dengan total angkatan 194 Kg di kelas 49 Kg putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021).(NOC INDONESIA) 

Sempat tak berhasil dalam angkatan snatch pertama, Windy Cantika akhirnya bisa melakukan angkatan snatch terbaik dengan beban 84 kg.

Sementara, angkatan clean & jerk terbaik Windy Cantika adalah 110 kg yang diraih pada kesempatan ketiga.

Hasil ini membuat Windy Cantika menempati peringkat ketiga di bawah Hoi Zhihui (China) dan Chanu Mirabai (India).

Baca juga: VIDEO Atlet Angkat Besi Nurul Akmal Pembawa Bendera RI di Olimpiade Tokyo, Ini Kata Gubernur Aceh

Hoi Zhihui menjadi atlet angkat besi putri kelas 49 kg yang merah medali emas dengan total angkatan 210 kg.

Kemudian, Chanu Mirabai menyabet medali perah setelah sukses total angkatan terbaiknya mencapai 202 kg.

Perolehan Cantika tersebut praktis membuat Indonesia menorehkan medali pertama di ajang Olimpiade Tokyo.

Windy Cantika tidak menorehkan prestasinya dengan mudah di Olimpiade Tokyo 2020.

Selain harus bertanding melawan rival yang lebih senior, lifter belia tersebut sebelumnya juga harus menjalani latihan berat jelang Olimpiade.

Latihan berat bahkan sampai membuat bagian-bagian tubuhnya terasa sakit, hingga jemari tangannya sampai berdarah-darah.

Baca juga: Jadwal Lengkap Siaran Cabang Olahraga Olimpiade Tokyo 2020 Minggu (25/7), Badminton Pukul 08.00 WIB

"Untuk persiapannya makan lebih disiplin, bahkan sepertinya selama sebulan lebih handphone dikumpulkan, kecuali Sabtu dan Minggu," ujar Windy Cantika dalam jumpa pers virtual yang juga dihadiri Kompas.com.

"Istirahat dan latihannya lalu lebih diatur dan diperhatikan. Selama latihan, sempat sakit pinggang dan tertimpa (saat angkat besi) karena mengalami sakit bahu," jelasnya. 

"Saya mengiranya bisa menahan saat sakit bahu, tahu-tahunya tidak. Jadi,saya tertimpa dan sampai mengenai kaki sehingga bengkak," tutur dia. 

"Sempat juga mengalami hamstring, masalah tulang kering, bahu, sama jari kapalan sampai pecah-pecah dan berdarah," ungkap Cantika soal perjuangannya di sesi latihan.

Windy Cantika dengan ini berhasil meneruskan tradisi medali Indonesia dalam cabor angkat besi putri di Olimpiade yang telah berlangsung 21 tahun.

Adapun tren medali Indonesia di cabor angkat besi putri dimulai dari trio Raema Lisa Rumbewas, Sri Indriyani, dan Winarni di Olimpiade Sydney 2000.

Baca juga: Tak Mau Tanding Lawan Atlet Israel, Pejudo Aljazair Fethi Nourine Mundur dari Olimpiade Tokyo 2020

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved