Internasional
Miliarder Lebanon, Mantan PM Ditunjuk Lagi Jadi Perdana Menteri, Didukung Prancis dan AS
Presiden Lebanon, Senin (26/7/2021) menunjuk seorang pengusaha miliarder dan mantan perdana menteri sebagai Perdana Menteri Lebanon berikutnya.
SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Presiden Lebanon, Senin (26/7/2021) menunjuk seorang pengusaha miliarder dan mantan perdana menteri sebagai Perdana Menteri Lebanon berikutnya.
Miliader itu akan menggantikan Saad Hariri yang awal bulan ini menghentikan upaya membentuk Kabinet di tengah krisis keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya
Penunjukan Najib Mikati, menyusul konsultasi yang mengikat antara Presiden Michel Aoun dan anggota parlemen Lebanon.
Salah satu orang terkaya di Lebanon, Mikati menjadi favorit untuk jabatan itu setelah dia didukung oleh sebagian besar partai politik Lebanon dan juga kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran.
Dilansir AFP, Mikati juga didukung oleh Hariri, yang meninggalkan upaya membentuk pemerintahan setelah gagal setuju dengan Aoun tentang susunan Kabinet.
Kebuntuan politik, didorong oleh perebutan kekuasaan antara Aoun dan Hariri atas hak konstitusional, telah memperburuk krisis ekonomi dan keuangan yang melumpuhkan.
Baca juga: Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri Mundur, Presiden Tolak Anggota Kabinet Baru
Tidak jelas apakah Mikatiyang secara luas dianggap sebagai perpanjangan kelas politik yang membawa negara itu ke kebangkrutanakan mampu memecahkan kebuntuan selama setahun atas pembentukan pemerintahan baru.
Dia menghadapi oposisi Kristen, termasuk dari partai politik Aoun sendiri, yang sekarang dipimpin oleh menantunya Gebran Bassil.
Kemiskinan melonjak dalam beberapa bulan terakhir karena situasi di luar kendali, dengan kekurangan obat-obatan, bahan bakar, dan listrik.
Mata uang telah kehilangan sekitar 90% nilainya terhadap dolar, mendorong hiperinflasi.
Penunjukan Mikati akan menjadi yang ketiga sejauh ini sejak pemerintah sementara yang dipimpin oleh Hassan Diab.
Baca juga: Amerika Serikat Sesalkan Pengunduran Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri
Diab mengundurkan diri setelah ledakan besar di pelabuhan Beirut Agustus 2020.
Sejak itu, Kabinet Diab hanya bertindak dalam kapasitas sementara, yang semakin memperparah kelumpuhan Lebanon.
Yang pertama mencoba membentuk pemerintahan adalah mantan duta besar Lebanon untuk Jerman, Mustafa Adib.
Tetapi, mengundurkan diri September 2020, hanya hampir sebulan setelah ditunjuk sebagai perdana menteri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-lebanon-dan-calon-pm-lebanon.jpg)