Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Internasional

Seusai Banjir Bandang, Topan Hajar China, Olimpiade Tokyo Juga Terancam

Topan besar melanda pantai timur China hanya beberapa hari setelah banjir  bandang yang mematikan menghancurkan beberapa bagian negara itu.

Editor: M Nur Pakar
AP
Seorang pria mencoba mempertahankan payungnya dari terpaan angin kencang di Shanghai, China, Minggu (25/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Topan besar melanda pantai timur China hanya beberapa hari setelah banjir  bandang yang mematikan menghancurkan beberapa bagian negara itu.

Topan In-Fa, yang dikenal di China sebagai Yanhua, mengajar kota Zhoushan pada Minggu (25/7/2021) pukul 12:30 waktu setempat.

Jaringan transportasi dihentikan dan orang-orang telah diberitahu untuk tetap tinggal di dalam rumah.

Pohon-pohon tumbang dan terjadi banjir.

Puluhan kapal telah dievakuasi dari pelabuhan sibuk di selatan Shanghai.

Dilansir BBCNews, belum ada laporan kerusakan besar.

Topan tersebut mengikuti periode banjir bersejarah yang menyebabkan kerusakan luas dan menewaskan sedikitnya 58 orang di China tengah.

Tim darurat masih bekerja sepanjang waktu untuk menyelamatkan para penyintas dan memberikan bantuan kepada puluhan juta orang yang terkena dampak banjir.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Uni Eropa, Jerman Barat Alami Dampak Paling Parah

Topan In-Fa dapat membawa lebih banyak hujan lebat ke wilayah yang dilanda bencana dalam beberapa hari mendatang.

Para pejabat China khawatir hal itu dapat menghambat upaya penyelamatan dan pemulihan.

Topan tersebut dilaporkan memiliki kecepatan angin hingga 137 km/jam, menurut kantor berita Reuters.

Badan Meteorologi Jepang memperkirakan badai akan bergerak ke barat menuju kota Hangzhou.

Mulai hari Minggu, topan akan membawa curah hujan yang sangat deras dalam waktu lama, kata Pusat Meteorologi Nasional China.

Ditambahkan, warga yang tinggal di daerah pesisir harus waspada terhadap dampak gabungan dari angin, hujan dan pasang surut.

Pihak berwenang di provinsi Zhejiang telah memerintahkan sekolah, pasar, dan bisnis tutup, kata kantor berita resmi Xinhua.

Baca juga: Reporter Jerman Lumuri Tubuh Dengan Lumpur Sebelum Laporan Berita Banjir, Ini Akibat Begitu Ketahuan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved