Warkop Milik Korban Penganiayaan Satpol PP Ditutup, Disebut Serobot Tanah Negara
Warung kopi yang ditempati mereka disebut berdiri tanpa izin karena dibangun di atas makam pahlawan. Tempat itu dianggap telah menyerobot tanah negara
Namun, Riana membantah jika dituding telah menyerobot lahan tugu dan makam pahlawan kemerdekaan.
"Kami tidak melakukan penyerobotan buktinya tugu masih berdiri. Sejak awal kok tidak pernah dirawat, ini tugu lihat saja catnya sudah usang," ujar Riana.
"Saya heran warung kopi ini sudah berdiri sejak sepuluh tahun lalu dan kenapa baru dipertanyakan semua tentang izin dan lahannya," sambungnya.
Warung kopi milik Nur Halim dan Riana menjadi sorotan setelah mereka dianiaya seorang oknum Satpol PP saat menggelar razia PPKM pada Rabu (14/7/2021).
Oknum Satpol PP itu sudah dicopot dari jabatannya dan kasus penganiayaan itu sudah ditangani polisi.
Dilaporkan polisi
Sebelumnya, Riana dan sang suami dilaporkan ke pihak kepolisian oleh salah satu ormas di Gowa.
Salah satu organisasi masyarakat melaporkan pasutri ini ke pihak kepolisian pada Kamis (22/7/2021).
"Kami merasa kecewa sebab korban ternyata tidak hamil padahal telah tersebar luas bahwa ia mengakui kehamilannya sudah 9 bulan dan setelah tes USG ternyata negatif," kata Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Zulkifli, pada Kamis.
Polisi yang dikonfirmasi mengaku laporan salah satu ormas ini telah diterima dan sementara dalam penyelidikan.
"Kemarin pelapor datang dengan membawa bukti berupa rekaman live serta rekaman video yang berisi korban mengaku hamil dan saat ini masih dalam proses penyelidikan" kata Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan melalui sambungan telepon, Jumat (23/7/2021).
Kasus penganiayaan ini sendiri terjadi saat Satgas tengah melakukan razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di salah satu warung kopi di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, pada Rabu (14/7/2021) lalu.
Pemilik kafe yang merupakan pasutri menjadi korban penganiyaan oleh Sekretaris Satpol PP Kabupaten Gowa yang kini sedang menjalani penahanan di Mapolres Gowa setelah ditetapkan menjadi tersangka.
(TribunnewsWiki.com/Rest)
Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan jdul Disebut Serobot Tanah Pemerintah, Warkop Milik Korban Penganiayaan Satpol PP Gowa Ditutup
Baca juga: Stok Vaksin Menipis, Ketua Komisi V: Jangan Sampai Saat Animo Warga Tinggi, tapi Vaksinnya Habis
Baca juga: Uang Rp 2 Triliun Ternyata Hasil Tabungan Akidi Tio Semasa Hidup, Wasiat ke Anak untuk Disumbangkan
Baca juga: Lowongan Kerja BUMN PT Pos Indonesia Terbaru, Simak Cara Daftar, Minimal Lulusan D3
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/oknum-satpol-pp-pukul-ibu-hamil-saat-razia-warkop-di-gowa.jpg)